Kaki Membengkak, Wisardi Pasrah Urung Berangkat ke Tanah Suci

Supardji Rasban
20/8/2017 17:26
Kaki Membengkak, Wisardi Pasrah Urung Berangkat ke Tanah Suci
(ANTARA)

MANUSIA hanya bisa berusaha, tetapi Allah SWT juga yang menentukan. Ungkapan tersebut pas benar untuk menggambarkan jemaah calon haji yang berhalangan berangkat ke Tanah Suci lantaran sakit.

Di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, salah seorang calhaj batal berangkat karena mengalami sakit diabetes. Wisardi, 63, warga Desa Pesantuan, Kecamatan Wanasari, Brebes, semestinya sekarang sudah berada di Tanah Suci untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji.

Namun, ia terpaksa batal berangkat karena sakit. Meski demikian, istri Wisardi, Sudarti, tetap berangkat ke Tanah Suci.

Wisardi mengalami sakit komplikasi antara lain jantung dan pernapasan. Untuk berjalan, ia harus dibantu memakai alat penyangga tangan, dan dipapah orang lain.

Selain penyakit jantung dan pernapasan, ia juga terserang diabetes. Telapak kaki Wisardi tampak bengkak sehingga harus diperban. Tak hanya mengeluarkan nanah, dari telapak kaki yang diperban tersebut juga menyeruakkan bau tak sedap.

Wisardi mengaku pasrah dan ikhlas tidak bisa berangkat naik haji tahun ini. Namun, jika Allah menghendaki dan sakitnya bisa sembuh, dia masih berharap bisa berangkat.

"Kalau Allah menghendaki tahun depan saya akan berangkat. Kalau Allah tidak mengehendaki karena saya masih sakit, ya mau apa lagi," ucap Wisardi, saat ditemui di rumahnya, Minggu (20/8).

Wisardi menuturkan, ia sudah terserang penyakit cukup lama, tetapi niatnya untuk pergi menunaikan rukun Islam kelima tersebut tak pernah padam. Sebenarnya, Wisardi dan istrinya, Darti, sudah diberangkatkan dari Brebes ke Embarkasi Donohudan di Solo, pada Jumat (11/8) lalu.

Namun, sesampainya di sana, setelah melalui pemeriksaan oleh tim kesehatan di Embarkasi Donohudan itu, ia dinyatakan tidak bisa diterbangkan, karena kondisi kesehatnnya yang memburuk.

Kepala Desa (Kades) Pesantunan, Marowi, yang mengantar Media Indonesia ke rumah Wisardi, menyebut di desanya tahun ini ada 13 calhaj yang berangkat ke Tanah Suci, tapi hanya seorang yang batal berangkat.

"Tentu kami berharap Pak Wisardi nanti bisa sembuh sehingga tahun depan bisa berangkat. Toh sudah terdaftar dan tidak uusah membayar lagi," terangnya.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Brebes, Imam Hidayat, mengaku, pihaknya sebenarnya sudah berupaya agar Wisardi bisa ikut diberangkatkan.

Bahkan, sebenarnya bersama jemaah calhaj lainnya yakni Kloter 51, ia sudah diberangkatkan dari Brebes ke Embarkasi Dohohudan Solo, pada pemberangakatan gelombang kedua.

"Kami sudah mengupayakan untuk bisa berangkat, tapi akhirnya yang menentukan tim kesehatan dari Embarkasi Donohudan," terang Imam.

Menurut Imam, selain Wisardi juga ada seorang lagi dari Kloter 53 yang batal berangkat ke Tanah Suci, yakni Hariyati, warga Desa Banjarharjo, Kecamatann Banjarharo, Brebes, yang mengalami sakit ginjal.

Jumlah jemaah calhaj asal Kbupaten Brebes, Jawa Tengah, pada 2017 yang diberangkatkan ke Tanah Suci, total 1.145 orang. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya