Suku Manggarai Kibarkan Merah Putih secara Estafet di Puncak Wae Rebo

Lukman Diah Sari
17/8/2017 21:23
Suku Manggarai Kibarkan Merah Putih secara Estafet di Puncak Wae Rebo
(ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/)

UPACARA pengibaran Bendera Merah Putih pada Hari Ulang Tahun ke-72 RI digelar di atas ketinggian 1.200 meter dari permukaan laut (mdpl), tepatnya di Desa Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Semangat warga suku Manggarai di Desa Wae Rebo patut diacungi jempol. Meski jauh dari ingar bingar perkotaan, mereka tetap semangat mengibarkan Bendera Merah Putih.

Untuk bisa mengibarkan Bendera Merah Putih di puncak Desa Wae Rebo bukan hal mudah. Lantaran lokasi dan medannya yang cukup sulit, berada di puncak gunung.

Bendera Merah Putih pun diboyong secara estafet. Dalam pengibaran bendera tersebut pun turut Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Royke Lumowa beserta rombongan. Perlu tenaga lebih untuk bisa tiba di Desa Wae Rebo, lebih kurang 3 jam perjalanan berjalan kaki dengan jalur mendaki sejauh 8 kilometer.

Pawai bendera dimulai secara estafet dari rumah adat ke rumah ada utama. Kemudian, Bendera Merah Putih dikibarkan di puncak rumah adat utama tersebut.

"Suku adat Manggarai merupakan bagian bangsa Indonesia, walau lokasi tempat tinggalnya yang jauh dari kota, tetapi semangat para suku Manggarai mencintai Indonesia sangat dalam, terbukti dengan terbukanya para suku Manggarai dengan kedatangan wisatawan lokal maupun asing," terang Royke di lokasi, Kamis (17/8) 2017.

Tak hanya itu, warga suku Manggarai itu pun dengan hangat menyambut para wisatawan lokal dan asing yang turut serta dalam upacara bendera. Mereka juga dikenalkan budaya sekitar.

"Terima kasih atas sambutan hangat penduduk sini, saya salut akan penduduk Wae Rebo yang tetap semangat menjaga persatuan dan dapat bertahan hidup di antara pegunungan serta jauh dari keramaian", ucapnya.

Jenderal bintang dua itu lantas berpesan, agar penduduk Wae Rebo selalu hidup berdampingan, gotong royong, saling membantu, hingga menjaga NKRI.

"Karena kita dari Sabang sampai Merauke semua bersaudara", tutup Kakorlantas.

Dalam upacara pengibaran bendera tersebut, dilakukan oleh Kakorlantas Polri dan jajaran Polda NTT, Royke pun bertindak sebagai inspektur upacara. Upacara pengibaran bendera digelar cukup khidmad bersama suku adat asli Wae Rebo juga wisatawan lokal dan asing. (MTVN/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya