Perubahan Musim, Ratusan Ton Ikan di Waduk Jangari Mati

Benny Bastiandy
15/8/2017 18:59
Perubahan Musim, Ratusan Ton Ikan di Waduk Jangari Mati
(Dok. MI)

PERUBAHAN musim hujan ke musim kemarau berdampak terhadap kematian massal ikan di kolam jaring apung di kawasan Danau Jangari, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Tak kurang dari seratusan ton ikan mati mendadak dalam waktu satu pekan terakhir.

"Ikannya jadi mabuk karena limbah pakan dari dasar waduk naik ke permukaan," terang Denden Supriadi, 46, petambak ikan di kolam jaring apung Jangari, Selasa (15/8).

Perubahan itu biasanya disebut upwelling. Fenomena itu rutin terjadi setiap kali terjadi perubahan musim. Kematian massal ikan mulai terjadi sejak satu pekan terakhir. Mayoritas ikan yang mati itu berada di pinggiran waduk dan di muara sungai.

"Kalau ikan yang mati di tengah hanya kekurangan oksigen saja. Kalau yang di tengah matinya tidak banyak. Paling banyak itu ikan yang mati di pinggiran waduk," tambahnya.

Faktor lain penyebab kematian massal ikan di Jangari karena pengaruh tanaman eceng gondok. Karena itu, Denden berharap kepada para petambak ikan lainnya agar bersama-sama menjaga kebersihan kawasan waduk dari tanaman eceng gondok.

"Adanya eceng gondok mengurangi kadar oksigen," tuturnya.

Denden menyebutkan kerugian akibat kematian massal ikannya ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Jika dihitung, ikan miliknya yang mati mencapai sekitar 20 ton.

"Kalau dihitung total dengan petani lainnya tentu sangat besar. Jumlah ikan yang mati juga bisa mencapai ratusan ton," ujarnya.

Kepala Seksi Budi Daya Perikanan Dinas Kelautan Peternakan dan Perikanan, Kabupaten Cianjur, Erna Nurdiana, mengatakan, fenomena kematian massal ikan di Waduk Jangari menjadi momok menakutkan yang setiap tahun terjadi. Tak hanya karena faktor perubahan cuaca saja tapi bisa juga karena akibat penyakit.

"Kalau informasi sudah ada, tapi laporan penyebabnya belum kami ketahui," terang Erna.

Fenomena upwelling berdampak besar pada jaring apung. Kondisi itu karena sisa pakan yang terbawa arus. Biasanya terjadi pada Desember dan Januari.

"Tapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada bulan lainnya," terang Erna.

Produksi ikan kawasan Waduk Jangari mencapai 100 sampai 150 ton per hari. Nilai perputaran uangnya jika diakumulasi ditaksir mencapai Rp5 miliar. Jenis ikan yang dibudidayakan sebanyak 40% merupakan ikan mas, ikan nila sebanyak 30%, dan 30% lagi jenis ikan lainnya.

"Adanya jaring apung di sana bisa mengangkat perekonomian masyarakat setempat," tegasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya