Akhir Bulan Tol Solo Beroperasi

MI
14/8/2017 09:36
Akhir Bulan Tol Solo Beroperasi
(ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho)

PROYEK peningkatan jalan nasional di Banjarnegara, Jawa Tengah, terus dikebut. Sekarang pengerjaan jalan antara Tunggara hingga Sigaluh telah mencapai lebih dari 60%.

Targetnya, pada akhir tahun jalan sepanjang 8,3 kilometer (km) tersebut dapat rampung. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banjarnegara M Arqom Al Fahmi mengungkapkan pengerjaan dilaksanakan pemerintah pusat.

"Jadi, selain adanya peningkatan jalan sepanjang 8,3 km tersebut, jalan nasional antara Sigaluh-Susukan sepanjang 59 km juga terus dicek. Kalau nantinya pengerjaan jalan sepanjang 8,3 km tersebut rampung, lebar jalan menjadi 7 meter dengan bahu jalan sekitar 1,7 meter," ujar Arqom, kemarin (Minggu, 13/8).

Sementara itu, pembangunan Tol Trans-Jawa sepanjang 72 km Semarang-Solo dengan nilai investasi Rp7 triliun lebih selesai secara keseluruhan pada akhir 2018.

Akhir Agustus 2017 Tol Semarang-Solo seksi III ruas Bawen (Semarang)-Tingkir (Salatiga) dan Kartosuro-Mojokerto mulai beroperasi.

"Tol Bawen-Tingkir sudah mulai dioperasionalkan pada 28 Agustus mendatang, bersamaan dengan operasionalnya ruas Tol Kartosuro-Mojokerto," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono di Semarang.

Basuki belum bisa mengungkapkan besaran tarif tol tersebut. Ia hanya menegaskan sarana dan prasarana di kedua ruas tol tersebut telah memadai dan memenuhi persyaratan untuk segera beroperasi.

Sementara itu, pengerjaan Tol Palembang-Tanjung Api Api (TAA) ditunda. Sebelumnya, Juni lalu, pengerjaan dimulai, tapi karena analisis dampak lingkungan (amdal) baru saja selesai, pembangunan baru bisa dilakukan tahun depan.

Pimpinan Proyek Tol Palembang-Tanjung Api Api Hasan Turcahyo mengatakan, kini pihaknya sedang melakukan proses pembuatan detail engineering design (DED) sembari penyelesaian pembebasan lahan.

"Tol Palembang-TAA ini merupakan ruas baru sehingga perlu dilaksanakan penyusunan studi kelayakan dan amdal, "ujar HAsan.

Karena itu, tegas dia, tahapan-tahapan persiapan ini butuh waktu. "Pembangunan yang seharusnya tahun ini ditunda tahun depan," ungkapnya. (LD/AS/DW/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya