PWNU Jabar Tolak Calon Kepala Daerah Pendukung Full Day School

Bayu Anggoro
12/8/2017 15:05
PWNU Jabar Tolak Calon Kepala Daerah Pendukung Full Day School
(ANTARA FOTO/Idhad Zakaria)

PENGURUS Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jawa Barat secara tegas menolak mendukung calon kepala daerah yang setuju dengan penerapan sekolah lima hari (full day school). Penolakan ini dilakukan karena penerapan sistem tersebut dianggap akan menjauhkan siswa dari pendidikan keagamaan nonformal.

Ketua PWNU Provinsi Jawa Barat, Hasan Nuri Hidayatullah, mengatakan, pihaknya tidak akan mendukung calon gubernur maupun bupati/wali kota yang setuju dengan penerapan sekolah lima hari.

"Keluarga besar NU Jawa Barat tidak akan mendukung calon kepala daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota yang mendukung atau akan menetapkan kebijakan itu," kata Hasan di Bandung, Sabtu (12/8).

Penolakan ini disebabkan sekolah lima hari akan menyita waktu siswa karena harus menempuh pendidikan selama delapan jam dalam seharinya. Dengan sekolah delapan jam dalam sehari, tambah Hasan, siswa akan kehilangan waktu untuk mengikuti pendidikan diniyah takmiliyah.

"Pulang sekolah (formal) jam 2-3-4 (siang). Bagaimana bisa punya waktu untuk mengikuti pendidikan diniyah takmiliyah," katanya seraya menyebut siswa pun harus mendapat pendidikan diniyah takmiliyah untuk menguatkan ilmu keagamaan.

Di tempat yang sama, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Jawa Barat, Syaiful Huda, menambahkan, penolakan dari pengurus NU ini otomatis menjadi instruksi bagi partainya. Dengan begitu, lanjutnya, PKB dipastikan tidak akan mendukung calon gubernur dan bupati/wali kota yang setuju dengan program tersebut.

"Bagi PKB ini perintah. Apa yang diputuskan PWNU, ini bagian dari perintah yang harus diamankan PKB," kata Huda seraya memastikan partainya mendukung sepenuhnya semua kebijakan yang diambil NU.

Huda pun mengaku cukup risau dengan hadirnya kebijakan ini. Menurut dia, jika jadi diterapkan, akan berdampak kurang baik terhadap kaderisasi anak didik bangsa.

"Sebelum bangsa ini merdeka, sebelum ada lembaga formal, inisiasi membangun pendidikan itu dari pesantren. Banyak pula kader bangsa ini membangun akhlakul karimah dari pesantren," tegasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya