Pemkot Tasikmalaya Dorong Pendidikan Inklusif

Kristiadi
11/8/2017 20:28
Pemkot Tasikmalaya Dorong Pendidikan Inklusif
(ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra)

ROMBONGAN Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional Save Our Children (SOC) secara langsung mendatangi Kantor Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam rangka mendorong penguatan pendidikan inklusif yang dinilai masih minim. Pasalnya, pengembangan pendidikan inklusif sekarang ini masih terkendala sarana dan prasarana yang belum mumpuni hingga kualitas sumber daya guru yang juga belum terpenuhi.

Penasihat Pendidikan Regional Asia SOC, Els Heijnen Maathyis, mengatakan, pihaknya mengapresiasi regulasi pendidikan inklusif di tingkat nasional tetapi regulasi nasional perlu ditekan hingga ke tingkat kota dan kabupaten agar dapat mengimplementasikan secepatnya. Karena sekarang ini anak berkebutuhan khusus mempunyai hak yang sama meraih akses pendidikan.

"Kami tunjukkan apa itu pendidikan inklusi, saya minta sekolah agar menjadi percontohan untuk dibentuk Kota Tasikmalaya dan karena selama ini kami berbicara terkait isu tersebut. Karena pendidikan anak berkebutuhan khusus telah diterapkan di masing-masing Ibu Kota Negara dan Ibu Kota Provinsi, tapi kota penyangga ada di Kota Tasikmalaya perlu diterapkan," katanya di Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (11/8).

Maathyis mengungkapkan, pendidikan inklusif yang mampu membuat anak berkebutuhan khusus berada di sekolah umum ketimbang Sekolah Luar Biasa (SLB). Karena, biaya di sekolah umum cenderung lebih murah dari SLB, tetapi anak disabilitas di kelas umum memang dikhawatirkan menjadi korban diskriminasi.

Menurut dia, konsep sekolah inklusif hanya berbicara tentang perbedaan saling menghormati dan terkadang ada anak disabilias lebih pintar daripada anak normal dan negara lain sudah peduli soal isu itu.

"Kami bersedia menjadi fasilitator dalam menerapkan pendidikan inklusif dan berkomitmen akan membantu Pemerintah Kota Tasikmalaya, jika bersedia menerapkan pendidikan inklusif secara serius. Saya juga mendukung dari segi teknis seperti pelatihan dan tidak bisa meninggalkan anak yang punya disabilitas, karena mereka semua punya hak sama akses pendidikan," ujarnya.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengatakan pihaknya akan berkomitmen terutama meningkatkan kualitas pendidikan termasuk penduduk inklusif. Adapun sekarang ini memang pengembangan pendidikan inklusif masih terkendala sarana dan prasarana yang belum mumpuni dan kualitas sumber daya guru juga belum mumpuni untuk menyelenggarakan pendidikan guru secara penuh.

"Pendidikan inklusif yang akan diterapkan di Kota Tasikmalaya ini memang mengalami hambatan dari sarana dan prasarana, terutama perlu penguatan SDM. Karena, pendidikan inklusif sebagai sistem layanan pendidikan yang mengikutsertakan anak berkebutuhan khusus belajar bersama dengan anak di sekolah reguler yang terdekat dengan tempat tinggalnya dan kami juga meminta agar sekolah bisa melakukan penyesuaian baik dari segi kurikulum, sarana, dan prasarana pendidikan serta sistem pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individu peserta didik," paparnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya