Luput dari Pengawasan, Dua Bocah Tewas Tenggelam di Bekas Galian

Depi Gunawan
11/8/2017 18:38
Luput dari Pengawasan, Dua Bocah Tewas Tenggelam di Bekas Galian
(Thinkstock)

DUA orang bocah, Dimas Pratama Yuda, 7, dan Rey Firmansyah, 7, ditemukan tewas di bekas tempat galian pasir, tepatnya di Kampung Sodong Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Saksi mata, Encu Hermawan, 43, mengatakan, sebelum kejadian nahas itu, dia melihat ada tiga anak pada Kamis (10/8) sore, dua di antaranya Dimas dan Rey berjalan ke arah bekas galian pasir. Diduga mereka akan memancing ikan karena di tangan mereka terlihat sedang membawa alat pancingan.

"Sempat ditanya, mau mancing ke mana? Tetapi anak-anak itu enggak mau menjawab. Tidak lama kemudian, seorang anak berlari menghampiri saya dan meminta bantuan kalau dua temannya tercebur ke kubangan bekas galian pasir," ungkap Encu.

Encu ditemani saksi lainnya, Aep, pun bergegas ke lokasi untuk menolong dua anak tersebut. Mereka turun ke kubangan air bekas galian pasir dibantu sebuah kayu dan menemukan tubuh Dimas dan Rey yang sudah dalam keadaan meninggal dunia.

"Di saat kami coba mengangkat jasadnya, warga lainnya menghubungi keluarga korban agar datang ke lokasi. Tak lama kemudian, orangtua korban datang didampingi petugas kepolisian," tuturnya.

Saksi lainnya, Aep, menuturkan, saat kejadian ia sedang bersama Encu langsung menolong korban yang tercebur ke dalam kolam bekas galian pasir.

"Saya minta tolong ke warga lainnya yang berada di lokasi kejadian agar memberitahukan kejadian ini ke pihak keluarga korban, sementara saya membantu Encu mengangkat jasad kedua bocah yang tenggelam itu," terang Aep.

Kedua korban tidak dibawa ke rumah sakit untuk keperluan autopsi tapi langsung dibawa ke rumah duka di Kampung Purabaya, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang.

Sementara itu, pada Jumat (11/8) pagi, kedua korban dimakamkan pihak keluarga, jarak dari rumah korban ke lokasi kejadian sekitar 5 kilometer. Menurut dugaan, tewasnya dua bocah ini karena kurangnya pengawasan orangtua.

Selama proses pemakaman Rey, kedua orangtua korban, Cepi dan istrinya Neng Neni tampak tak bisa menahan sedih atas kepergian anak kesayangan mereka itu. Tetangga dan kerabat juga berdatangan ke lokasi pemakaman. Suasana yang sama juga terjadi di kediaman orangtua Dimas, Rusli dan Lasmini sangat terpukul atas kematian anaknya tersebut.

Dimas dan Rey diketahui baru masuk SD kelas 1 di SD Purabaya Padalarang. Walau tinggal satu kampung, rumah keduanya saling berjauhan. Pihak keluarga menerima ikhlas kejadian ini dan menganggapnya sebagai sebuah musibah. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya