Gunungsewu Jadi Contoh Pengelolaan Situs Geologi Indonesia

Antara
10/8/2017 22:04
Gunungsewu Jadi Contoh Pengelolaan Situs Geologi Indonesia
(ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

PUSAT Survei Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadikan pengelolaan geopark Gunungsewu Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai contoh pengelolaan situs geologi di Indonesia.

"Gunungsewu UNESCO Global Geopark menjadi salah satu contoh sukses pengembangan wisata berbasis geologi di Indonesia," kata Kepala Pusat Survei Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, di Gunung Kidul, Kamis (10/8).

Ia mengatakan pengelolaan situs geologi secara tepat bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus menumbuhkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia, geopark Gunungsewu yang ditetapkan UNESCO masuk dalam Global Geoparks Network (GGN) pada 2015 kini telah mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus memberdayakan masyarakat di sekitar kawasan itu.

"Ini bisa dilihat dari PAD dari sektor pariwisata dan keterlibatan masyarakat di sekitar kawasan dalam mengembangkan Gunungsewu UNESCO Global Geopark," kata dia.

Wafid mengatakan Badan geologi saat ini tengah membangun sistem manajemen geoheritage yang memberikan pedoman di seluruh Indonesia dalam mengelola warisan geologi.

"Harus dijaga, peran pemerintah dan masyarakat menjadi kunci," ucapnya.

Penasihat geopark, Hanang Samodra, mengatakan, awalnya Gunungsewu terutama di Gunung Kidul sering disebut wilayah kering karena bentang karst, padahal banyak air di bawah tanah, mengalir sungai bawah tanah melalui sistem perguaan.

"Saat ini sudah berbalik 180 derajat," katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya