Jurnalis Lingkungan Tambah Koleksi Kebun Raya Banua

Denny Susanto
10/8/2017 20:33
Jurnalis Lingkungan Tambah Koleksi Kebun Raya Banua
(Denny Susanto)

KOMUNITAS Jurnalis Pena Hijau Indonesia, sebuah kelompok wartawan peduli lingkungan di Kalimantan Selatan, mewujudkan komitmennya untuk membantu pengembangan Kebun Raya Banua (KRB) dengan menyumbangan puluhan jenis tanaman khas dan langka Kalimantan.

Puluhan jenis tanaman khas dan langka yang dikumpulkan dari beberapa kabupaten, seperti Tapin dan Hulu Sungai Selatan itu, Kamis (10/8), diserahkan untuk menambah koleksi tanaman di KRB Kalsel.

Puluhan jenis tanaman khas dan langka ini diterima langsung Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) KRB, Agung Sriono. Adapun bibit yang diserahkan antara lain Kayu Supat, Tarap, Rawali, Kalimput, Binjai, Pangkal, Jangkang, Gaharu, dan Randu. Semua tanaman itu dikumpulkan dari kawasan hutan Sungai Raya Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tapin.

Wakil Ketua Pena Hijau Indonesia, Rahman Khaidir, mengatakan, sesuai komitmen pihaknya untuk menambah koleksi tanaman di KRB tersebut, bibit langka itu diambil dari beberapa daerah Kandangan dan Rantau.

"Selain bibit yang diserahkan, kami juga akan mengumpulkan bibit tanaman langka lainnya yang berasal dari wilayah tenggara Kalsel seperti Kabupaten Tanah Laut dan Tanah Bumbu," sebutnya.

Dikatakannya, bantuan bibit itu untuk membantu dan sebagai wujud dukungan terkait pengembangan KRB yang memiliki luas 100 hektare. Pena Hijau juga akan ikut berpartisipasi dalam upaya pengembangan kebun raya di Kabupaten Tabalong dan Balangan.

Kepala UPT KRB Kalsel, Agung Sriono, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan kelompok wartawan lingkungan ini. Kerja sama dengan Pena Hijau tidak pada sebatas penambahan koleksi tanaman saja, tetapi dukungan sosialisasi dan ekspose perkembangan kebun raya tersebut. Karena dengan kepedulian tersebut, akan membuat keberadaan KRB semakin berkembang.

KRB dibangun sejak 2012 lalu dengan tujuan sebagai tempat rekreasi dan edukasi serta pelestarian tanaman langka di Kalsel. Sejauh ini, 40% luas kawasan ini sudah terbangun dan mulai menjadi tempat tujuan wisata masyarakat termasuk penelitian lembaga pendidikan.
Sedikitnya, sudah ada 700 jenis tanaman khas Kalimantan ditambah puluhan spesies anggrek dari hutan Pegunungan Meratus menjadi koleksi KRB. Selanjutnya dibangun Tugu Reklamasi sebagai penanda bahwa kebun raya dibangun di atas kawasan bekas pertambangan intan. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya