Usai Panen, Petani Tambak Udang Tewas Ditembak Perampok

Victor Ratu
10/8/2017 20:21
Usai Panen, Petani Tambak Udang Tewas Ditembak Perampok
(iLUSTRASI--THINKSTOCK)

SEORANG petani tambak udang bernama Hadeng, 38, warga Jalan Bakaru Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, tewas ditembak perampok di perairan Muara Bulungan, Kamis (10/8).

Saat itu, korban bersama rekannya, Asrul, baru keluar dari lokasi tambak di Muara Bulungan dengan menggunakan 1 unit speedboat 40 pk berwarna biru akan membawa hasil panen udang seberat 1 ton ke Kota Tarakan.

Asrul, yang menjadi satu-satunya saksi mata kejadian tersebut, mengungkapkan, dalam perjalanan dari Muara Bulungan, dia bersama Hadeng melihat 1 unit speedboat berwarna putih-biru sedang berhenti. Namun tiba-tiba speedboat tersebut langsung mendekati speedboat milik korban.

"Tiba-tiba muncul empat perampok dengan menggunakan topeng, langsung menodongkan senjata api rakitan sambil memaksa kami untuk loncat ke laut. Hadeng sempat menyuruh saya untuk sembunyi di bawah kolong kemudi," ungkapnya kepada Media Indonesia, Kamis.

Dijelaskannya, korban sempat meminta kepada 4 perampok tersebut untuk tidak mengambil speedboat milik korban, tetapi pelaku tetap mengancam dengan menggunakan senjata api rakitan. Karena pelaku mengancam, ia pun terpaksa melompat ke laut. Nyawa Hadeng tidak terselamatkan setelah ditembak kawanan pelaku.

"Loncat, kalau tidak saya tembak. Karena takut, Hadeng pun berusaha melarikan diri menggunakan speedboatnya. Saat itu juga salah satu pelaku langsung menembak Hadeng yang langsung tersungkur bersimbah darah. Keempat pelaku langsung mengambil 1 ton udang milik Hadeng. Pelaku juga mengancam agar tidak melaporkan kejadian ini kepada polisi. Kondisi Hadeng saat itu kritis dan berlumuran darah," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Bulungan, AKBP Muhammad Fachry, menegaskan, saat ini Satreskrim Polres Bulungan bekerja sama dengan Polres Tarakan melakukan penyelidikan untuk mengejar pelaku perampokan.

"Sudah dalam penyelidikan. Berdasarkan keterangan saksi, senjata yang digunakan kawanan rampok itu adalah senjata rakitan. Diperkirakan pelaku ada empat orang mengenakan topeng, anggota kami juga sedang memburu pelaku," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya