Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CURAH hujan yang terus mengguyur Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, mengakibatkan licinya badan Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) Tarutung-Sipirok, tepatnya di Desa Lobu Pining, Kecamatan Pahae Julu, Kamis (10/8).
Akibat material tanah yang menutup badan jalan tidak ditangani dengan cepat serta tidak adanya antisipasi terjadinya bahaya macet hingga menimbulkan jatuhnya korban jiwa.
Kamis (10/8), pukul 11.45 WIB, personel TNI-Polri dibantu masyarakat sekitar berupaya membantu arus lalu lintas yang macet akibat jalan licin karena ada perbaikan pelebaran jalan.
Namun, bus ALS bernomor polisi BK 7130 LD dari Kabupaten Mandailing Natal menuju Kota Medan yang membawa rombongan jemaah haji tiba-tiba meluncur akibat jalan licin hingga menabrak petugas polisi hingga tewas.
Akibat kejadian tersebut, dua orang meninggal yaitu Sobaruddin, 36, wiraswasta, warga Simangambat, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, yang merupakan penumpang bus, dan Davit Marpaung, 30, polisi, beralamatkan di Asrama Polisi Tangsi, Tarutung.
Sementara dua korban kritis yakni Marganda Lumban Gaol, 46, wiraswasta, warga Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Parmohonan Harahap, 57, warga Pasar 10 Tembung Medan, sopir bus ALS.
Seluruh korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Tarutung untuk diidentifikasi, sedangkan korban kritis dan korban luka ringan lainnya dirawat.
Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Jonius Taripar Hutabarat, mengatakan pihaknya kecewa dengan kinerja pihak Pekerjaan Umum (PU) karena dinilai lamban menangani lumpur yang menutupi badan jalan hingga mengakibatkan kemacetan dan jatuhnya korban jiwa.
Personel TNI-Polri masih berada di lokasi untuk membantu arus lalu-lintas yang macet hingga Jalinsum dapat dilalui pada pukul 15.40 WIB. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved