Mahasiswa UIN Palembang Ditusuk dan Dikeroyok Panitia Ospek

Dwi Apriani
09/8/2017 20:12
Mahasiswa UIN Palembang Ditusuk dan Dikeroyok Panitia Ospek
(Ilustrasi--thinkstock)

MAHASISWA Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Sumatra Selatan, Eza Tri Andy, 23, mengalami luka tusuk di bagian belakang pinggangnya. Hal itu terjadi setelah Eza yang hendak melerai pertikaian temannya yang dikeroyok Panitia Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) dan oknum anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN Palembang, Selasa (8/8) malam.

Eza, yang merupakan warga Jalan Sosial KM 5 RT 12 RW 02 Kelurahan Sukabangun, Sukarami, Palembang, mengalami luka tusuk akibat dikeroyok Ramadani dan teman-teman. Selain itu, Eza juga memar di pelilis mata sebelah kiri.

Eza bersama teman-temannya pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Palembang. M Razik Ilham, 22, rekan korban kepada petugas, menuturkan, kejadian bermula ketika Eza mencoba melerai pertikaian antara rekannya dan Panitia Ospek, salah satunya Ramadani, di lapangan basket UIN Palembang sekitar pukul 19.00 WIB.

"Ramadani dan kawan-kawan tidak senang karena dipisahkan saat hendak memukul rekan Eza, kemudian melakukan pengeroyokan sehingga menyebabkan korban mengalami luka tusuk. Waktu itu kejadian langsung ricuh, Eza dikeroyok hingga kena tusuk," terangnya, Rabu (9/8).

Mengetahui korban terkena luka tusuk, rekan-rekan Eza langsung melarikannya ke RSMH Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif. Sebagian teman Eza lainnya juga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Palembang.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, menegaskan, saat ini pihaknya masih mengejar pelaku pembacokan yang dilaporkan mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang.

"Pelakunya masih dalam proses pengejaran," tuturnya.

Diterangkannya, berdasarkan laporan, korban merupakan mahasiswa S2 UIN Raden Fatah dan para pelakunya mahasiswa S1 antara semester 1 atau semester 2 di universitas tersebut.

"Berdasarkan keterangan saksi, dia melihat pelaku langsung menusukkan pisau dari belakang dan mengenai korban," jelasnya.

Diakui Wahyu, kejadian itu bermula dari adu mulut dan lantaran emosi berujung dengan keributan.

"Namun keadaan korban sudah mulai membaik dan pelaku tetap kita cari," tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya