Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS dugaan pembakaran delapan sekolah di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang terjadi pada Juli lalu, menjadi perhatian serius Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Kasus itu pun akan diambilalih oleh Mabes Polri untuk dikembangkan penyidikannya.
Penegasan ini diungkapkan Kapolri saat kunjungannya ke Mapolda Kalteng, Rabu (9/8). Menurut Tito, berdasarkan laporan dari Kapolda Kalteng tentang dugaan pembakaran sejumlah sekolah di Palangka Raya, dirinya memberi apresiasi kepada jajaran Polda karena cepat menangkap pelakunya.
"Ada tiga orang yang sudah ditangkap dan ini menjadi penting bagi kita untuk mengungkap kasus ini dan saya perintahkan Bareskrim untuk segera tangani kasus ini. Kebetulan saya datang dengan Direktur I Bareskrim dan Kadensus Antiteror," katanya.
Dijelaskan Kapolri, kasus tersebut segera disupervisi langsung, kemudian ditangani langsung oleh Bareskrim bersama-sama dengan Polda Kalteng dan Densus 88 Antiteror yang nantinya dikembangkan motif para pelaku.
"Kita akan bawa pelakunya ke Mabes dan apabila sudah selesai akan kita kembalikan serta akan kita umumkan," tegas Tito lagi.
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam sepekan pada Juli, tujuh sekolah dasar (SD) dan satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terbakar di Palangka Raya. Pertama pada 21 Juli 2017 sekitar pukul 13.00 WIB SDN 4 Menteng yang berlokasi di Jalan MH Thamrin terbakar. Kemudian di waktu yang sama, SDN 4 Langkai yang berlokasi di Jalan AIS Nasution juga terbakar.
Pada keesokan harinya (22/7), dini hari pukul 02.00 WIB giliran SDN 1 Langkai yang berlokasi di Jalan Wahidin Sudirohusodo terbakar. Terpaut satu jam kemudian, SDN 5 Langkai yang berlokasi sama juga turut terbakar.
Selang tujuh hari kemudian, atau pada 29 Juli 2017 sekitar pukul 18.15 WIB kebakaran juga melanda rumah penjaga sekolah di SDN 8 Palangka dan terakhir sekitar pukul 03.00 WIB Minggu (30/7) dua sekolah yakni SDN 1 Menteng dan SMK milik Yayasan ISEI di Jalan Yos Sudarso juga ludes terbakar.
Dan sejak 1 Agustus Polda Kalteng berhasil menangkap tiga orang yang diduga pelaku pembakaran sejumlah sekolah. Mereka ialah SRY, FA alias OG, dan IG. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved