Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI hujan mengguyur sejumlah wilayah di Sumatra Selatan, Rabu (9/8), Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendata masih ada dua wilayah yang berzona merah atau rawan terjadi kebakaran lahan dan hutan (karhutla).
Dua daerah itu yakni Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir yang dalam beberapa hari belakangan selalu terpantau adanya lahan terbakar.
"Ogan Ilir dan OKI termasuk dalam zona merah atau kawasan mudah terbakar. Beberapa hari ke depan, di dua daerah ini diprediksi menjadi daerah tanpa hujan, tepatnya dalam 20 hari ke depan," jelas Agus Santosa, Kepala Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Bandara SMB II Palembang, Rabu.
Sejak awal Januari 2017 hingga hari ini, jumlah titik api (hot spot) di wilayah Sumsel sudah mencapai 458 titik. Berdasar pantauan satelit Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan), per Rabu ini, tercatat ada 13 titik panas. Yakni 2 titik di Muara Enim, 2 titik di OKU Selatan, 3 titik di OKU, dan 6 titik di Musi Rawas.
"Untuk prediksi curah hujan hanya Lubuklinggau dan Musirawas yang masih tinggi. Untuk puncak kemarau di Sumsel diprediksi pada akhir Agustus hingga September mendatang," jelasnya.
Agus menerangkan prakiraan awal musim hujan akan terjadi pada akhir September hingga awal Oktober 2017. Mengingat musim kemarau yang masih akan berlangsung hingga dua bulan mendatang, kewaspadaan terhadap potensi karhutla tetap diperlukan.
Berdasarkan indeks kemudahan terjadinya karhutla, di Sumsel rata-rata memiliki kriteria mudah-sangat mudah, tetapi indeks pengendalian karhutla berada dalam kategori tidak sulit untuk dikendalikan. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved