Polres Kota Batu Salurkan Kaki Palsu bersama Kick Andy Foundation

Bagus Suryo
08/8/2017 20:51
Polres Kota Batu Salurkan Kaki Palsu bersama Kick Andy Foundation
(MI/Bagus Suryo)

KEPOLISIAN Resor Kota Batu, Jawa Timur, bekerja sama dengan Kick Andy Foundation menyalurkan bantuan kaki palsu bagi warga
kota wisata setempat, Selasa (8/8).

Dalam bakti sosial di Balai Kota Among Tani itu sebanyak 17 kaki palsu disalurkan kepada warga yang cacat akibat kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, kelainan sejak lahir, dan penyandang disabilitas.

Kepala Polres Batu, Ajun Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, kepada wartawan mengatakan, bakti sosial ini dalam rangka memperingati HUT ke-71 Bhayangkara dan HUT ke-72 Kemerdekaan RI.

"Menyalurkan bantuan 17 kaki palsu itu dengan rincian 11 orang akibat kecelakaan lalu lintas, 2 orang akibat kecelakaan kerja, dan 4 orang lainnya karena bawaan lahir," tegasnya.

Kapolres menjelaskan bantuan ini tidak berhenti hanya sekali ini saja, tetapi diteruskan guna membantu warga lainnya yang membutuhkan.

Pemberian awal dipelopori Polres Batu bersama Pemkot Batu dan Kick Andy Foundation. Bantuan selanjutnya akan disalurkan oleh petugas polres setempat. Sebab, sejumlah petugas Polres sudah mendapatkan kepelatihan dari Kick Andy Foundation, sekaligus mampu memproduksi kaki palsu sendiri.

"Kami membuka jika ada warga yang meminta bantuan kaki palsu, kita siap menyalurkan bantuan yang dibutuhkan itu. Penerima bantuan tidak hanya warga Kota Batu saja, tapi juga warga Malang dan daerah lainnya juga bisa mengajukan permintaan bantuan serupa," ujarnya.

Adapun teknis penyaluran bantuan, lanjutnya, petugas akan mengecek kondisi warga sejak sakit hingga sudah sembuh. Setelah itu baru dilakukan pengukuran kaki. Termasuk bagi anak-anak yang menerima bantuan ini, petugas juga akan terus memantau mereka. Yang jelas, Polres Batu siap mengganti kaki palsu sesuai ukuran dan kebutuhan hingga anak tumbuh dewasa.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kick Andy, Andy F Noya, mengatakan, gerakan kaki palsu ini diinspirasi dari sosok Sugeng Siswoyudhono.

"Cerita dari sosok Sugeng Siswoyudhono ini agar membuat hidup kita lebih semangat lagi," katanya. "Bahwa hidup kita tidak kiamat, dan hidup kita tidak berakhir karena tidak memiliki kaki. Dengan kaki, bukan saja menyempurnakan fisik dalam tanda kutip, tapi juga membangkitkan semangat dan jiwanya," tukasnya.

Pada kesempatan itu, Andy menjelaskan penyaluran kaki palsu di Tanah Air setelah Kick Andy Foundation bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia memberikan bantuan bagi penyandang disabilitas.

"Kerja sama Telkom itu uangnya selain untuk menyalurkan kaki palsu juga untuk penyandang disabilitas. Sehingga kami bisa mendukung para penyandang tuna netra, tuna rungu, tuna grahita. Kami bisa mendukung alat bantu dan buku braille, termasuk kursi roda. Duitnya dikasih cukup gede, dapat Rp4 miliar dari Telkom," tuturnya.

Bakti sosial tersebut dihadiri jajaran pimpinan Polda Jatim, Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, dan Forkompida setempat.

Ada seorang bocah menjadi perhatian setelah ikut menerima bantuan. Bocah itu ialah Bima Dwi Panungga, 8, warga Jalan Dermo Kamidin 7 A, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Putra kedua pasangan Tedy Nanang dan Kustianah yang kini duduk di kelas 1 sekolah dasar tersebut cacat sejak lahir. Setelah menerima bantuan kaki palsu, kini bisa berjalan, berangkat sekolah dan bermain bersama teman-temannya.

"Bima seperti ini sejak lahir. Kami berterima kasih mendapatkan bantuan kaki palsu untuk anak saya," tegas Kustianah. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya