Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEREDARAN dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) kini tidak hanya menyasar kalangan remaja dan dewasa, tapi juga sudah merambah hingga ke anak-anak. Modusnya beragam, salah satunya melalui jajanan sekolah yang diselipkan dengan bahan narkotika.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Cimahi, Wahyu Harja Prayoga. Menurut dia, anak-anak tingkat sekolah dasar sangat berpotensi menjadi sasaran penyebaran narkotika, baik skala besar maupun skala kecil.
"Skala kecil, anak-anak mengonsumsi obat batuk misalnya. Tapi salahnya, mereka meminumnya dalam jumlah banyak dan melebihi dosis supaya merasakan efek mengantuk dan pusing," katanya di Cimahi, Selasa (25/7).
Menurut dia, sejauh ini pihaknya belum menemukan siswa sekolah dasar di wilayahnya yang telah bersentuhan dengan narkoba. Namun, di tingkat SMP dan SMA, BNN Cimahi sudah sering menemukan siswa yang mulai bersentuhan dengan narkoba.
"Dengan temuan fakta itu, kami bersama pihak kepolisian semakin gencar melakukan pencegahan dan sosialisasi untuk menekan peredaran narkoba," tuturnya.
Indikasi penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang menyasar anak-anak pernah terjadi beberapa waktu lalu. Isu tentang permen dot yang mengandung narkoba menghebohkan orangtua yang memiliki anak di bangku sekolah dasar.
Kekhawatiran orangtua akhirnya tak terbukti, karena setelah dilakukan uji laboratorium, hasilnya ternyata tak terbukti mengandung narkoba. Kendati demikian, lanjut dia, dengan merebaknya isu tersebut, ada indikasi bahwa penyebaran narkotika kepada siswa tingkat sekolah dasar semakin mengancam dan pergerakannya semakin masif.
"Untuk menekan terjadinya peredaran narkoba di semua tingkatan sekolah, makanya BNN tak henti melakukan sosialisasi kepada guru, kepala sekolah, dan komite sekolah, "bebernya.
Dalam menekan peredaran narkoba, menurut dia, tidak hanya bisa dilakukan pihak terkait saja tetapi para orangtua juga diharapkan melakukan pengawasan lebih terhadap lingkungan bermain anak. Tidak kalah penting lainnya adalah pemberian pemahaman mengenai bahaya narkoba kepada anak.
"Kita bersama polisi terus persempit ruang gerak peredaran narkoba di kalangan sekolah dengan sosialisasi dan melakukan tes urin. Cukup sulit memerangi narkoba itu, maka kami harap semua pihak bisa terlibat untuk memeranginya," tandasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved