Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH perahu yang membawa 24 anak buah kapal diterjang ombak hingga terbalik yang menyebabkan satu nelayan meninggal dunia, satu hilang, dan dua nelayan lainnya mengalami luka-luka di pintu masuk perairan Plawangan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (22/7).
"Memang terjadi kecelakaan laut di Perairan Puger yang menyebabkan satu korban meninggal dunia, satu orang hilang, dan dua orang yang mengalami luka-luka langsung dibawa ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Puger," kata Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Jember, AKP Hari Pamuji, di Jember.
Nelayan yang meninggal dunia atas nama P Wage, 60, warga Desa Lojejer-Kecamatan Wuluhan, kemudian nelayan yang dinyatakan hilang Yanto, 33, warga Kabupaten Pasuruan, sedangkan dua korban yang mengalami luka-luka, yakni Fendik, 27, warga Desa Lojejer-Kecamatan Wuluhan dan Suryanto, 32, warga Desa Puger Kulon-Kecamatan Puger.
"Berdasarkan keterangan saksi Slamet dan Suhartono yang merupakan anak buah kapal (ABK), perahu yang terbalik dan karam diterjang ombak di Plawangan Puger itu dinakhodai oleh Romli, warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger," tuturnya.
Perahu 'Buronan' dihantam ombak tepat di Plawangan Puger dan menyebabkan perahu yang berisi 24 ABK itu terbalik dan karam, sehingga para ABK menyelamatkan diri maisng-amsing, tetapi ada beberapa ABK tidak bisa berenang hingga tenggelam diterjang gelombang laut.
"Kerugian terbalik dan karamnya kapal di Plawangan Puger tersebut ditaksir mencapai Rp100 juta," katanya.
Ia menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan, yakni menerima laporan, mendatangi lokasi terbaliknya perahu, mengamankan perahu yang berhasil diselamatkan bersama barang-barang yang ada dalam perahu, memeriksa korban dan saksi-saksi.
"Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti Basarnas, BPBD, TNI AL, dan sukarelawan SAR untuk melakukan pencarian nelayan yang hilang di Perairan Puger tersebut," ujarnya.
Saat terjadi kecelakaan laut tersebut, lanjut dia, ketinggian gelombang laut berkisar 1,5 meter hingga 2,2 meter dengan kecepatan angin 2 kph dan kecelakaan laut sering kali terjadi di Plawangan Puger karena pemecah ombaknya rusak.
"Pencarian nelayan hilang dihentikan sementara karena gelombang cukup tinggi dan sore hari tidak maksimal melakukan pencarian korban, sehingga akan dilanjutkan pada Minggu (23/7) besok pagi.
Selama sepekan terakhir, sudah dua kecelakaan laut terjadi di Plawangan Puger. Sebelumnya kecelakaan laut terjadi pada Sabtu (15/7) yang menyebabkan satu nelayan hilang dan ditemukan meninggal dunia. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved