Buwas Sebut Ada Upaya Hancurkan Indonesia dengan Narkoba

Agus Utantoro
21/7/2017 18:43
Buwas Sebut Ada Upaya Hancurkan Indonesia dengan Narkoba
(MI/Bary Fathahilah)

KEPALA Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso, memperingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia, bahwa negeri ini akan dihancurkan dengan pasokan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) secara besar-besaran.

Peringatan itu disampaikan Buwas--sapaan akrab Budi Waseso--saat memberikan pengarahan pada 'Pembekalan dan Pengukuhan Kader Inti Pemuda Antinarkoba Daerah Istimewa Yogyakarta', di Bangsal Kepatihan Yogyakarta.

Di depan sekitar 5 ribu generasi muda antinarkoba di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (21/7) petang, ia mengemukakan, pola semacam ini pernah diterapkan untuk menghancurkan Tiongkok pada masa lalu melalui perang candu.

Menurut dia, baru saja Indonesia berhasil mengungkap upaya penyelundupan 1 ton narkoba jenis sabu.

"Satu ton ini bisa meracuni satu juta orang," kata Kepala BNN.

Namun harus diakui, ujar Buwas, sebelum puasa lalu, ada 5 ton sabu yang berhasil lolos masuk ke Indonesia. Ia mengatakan, yang berhasil diungkap ini relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan yang lolos.

Narkoba yang masuk ke Indonesia, lanjutnya, hampir semuanya digunakan dan dikonsumsi untuk bangsa Indonesia sendiri. Ia menjelaskan, sejauh ini tidak ada komplain dari negara-negara lain terkait masuknya narkoba dari Indonesia.

"Artinya apa? Indonesia ini pangsa pasar yang besar bagi narkoba," tegasnya.

Di Indonesia, kata dia lagi, hampir semua jenis narkoba saat ini dapat ditemukan. Berbeda dengan negara-negara lain yang hanya beberapa jenis saja. Ia pun menyebut Amerika Serikat atau Kolombia saja, hanya beredar tiga jenis.

Narkoba, khususnya jenis sabu yang masuk Indonesia, imbuh Buwas, kebanyakan berasal dari Tiongkok.

"Masuk ke Indonesia dalam jumlah besar. Tahun lalu (2016) saja, yang masuk ke Indonesia saja sekitar 250 ton, padahal saya sempat bangga bahwa 2016 itu kita berhasil menggagalkan 3 atau 4 ton," ujarnya.

Selain sabu yang sudah siap dikonsumsi, lanjut Buwas, juga masuk bahan baku pembuatan sabu yang tahun lalu sekitar 1.097 ton.

"Ternyata tidak ada sabu yang keluar dari Indonesia. Berarti kesemuanya dikonsumsi di dalam negeri," katanya.

Ia mengingatkan narkoba masuk ke Indonesia, bukan sekadar masalah ekonomi dan bisnis, tetapi upaya untuk menghancurkan bangsa Indonesia.

Pada kesempatan itu, Buwas juga memperingatkan, Yogyakarta sebagai Kota Pelajar, Kota Pendidikan, yang dipastikan dihuni oleh generasi muda dari berbagai daerah dipastikan menjadi sasaran peredaran narkoba.

"Karena tujuannya adalah merusak generasi muda bangsa," ujarnya.

Sementara Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengemukakan, generasi muda yang tergabung dalam kader inti ini diharapkan terus menularkan virus antinarkoba kepada orang-orang di sekitarnya.

"Rekrut paling tidak 25 orang. ajak mereka memerangi narkoba," katanya.

Menurut Menpora, saat ini Indonesia harus melakukan jihad melawan narkoba. Jihad melawan narkoba ini, imbuhnya, pahalanya sama dengan mempertahankan Tanah Air.

Ia membenarkan, Indonesia telah menjadi pasar yang luas peredaran narkoba. "Generasi muda jangan sampai menjadi pengguna, apalagi pengedar," katanya.

Dengan posisinya sebagai kader inti antinarkoba, lanjut Imam, mulai saat ini pemuda berada di garda depan pencegahan peredaran narkoba.

"Jangan ragu dan jangan sungkan, BNN, polisi, TNI, dan pemerintah ada di bekalang adik-adik," tegasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya