Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SERPIHAN roket pelontar satelit milik Tiongkok juga ditemukan di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat. Sebelumnya, komponen roket juga ditemukan jatuh di kawasan Danau Maninjau, Kabupaten Agam.
Hal ini menegaskan, komponen roket milik Tiongkok itu hancur berkeping-keping sebelum mendarat di beberapa titik di Sumatra Barat.
"Kita dapat informasi kemarin. Jelas komponen roket Tiongkok tersebut, karena jatuhnya di hari yang sama, dan jam sama," ujar Kepala Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Agam, Syafrijon, Kamis (20/7).
Dia menjelaskan, serpihan roket Tiongkok ditemukan di areal persawahan milik Loli di Padangtih, Jorong Lakuang, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota. Wujudnya berupa lempengan logam berwarna hitam panjang lebih kurang 180 cm dan lebar sekitar 40 cm.
"Kata warga sana, benda ditemukan pada Selasa (18/7), sekitar pukul 10.00 WIB," katanya, Kamis (20/7).
Warga yang menjadi saksi mata, Eli, mengatakan, sekitar pukul 09.00 WIB, terdengar ledakan di udara sebanyak 8 kali sampai 10 kali ledakan. Lebih kurang 1 jam lamanya setelah ledakan tersebut, dia melihat lempengan sebesar 3 jari melayang di udara diiringi dengan suara desingan.
"Semakin lama benda tersebut makin besar lebih kurang 15 menit lamanya benda tersebut jatuh ke areal persawahan milik Loli," cerita Syafrijon.
Setelah itu, lanjut dia, temuan benda 'langit' tersebut dilaporkan dan diamankan di Mapolsek Suliki Gunung Mas.
"Tadi benda tersebut telah dijemput oleh orang kita. Saat ini sudah berada di Kantor Lapan Agam, di Kototabang," jelasnya.
Dia menambahkan, benda tersebut berbentuk pelat besi dengan berat 9,1 kg.
"Bahan pelat besi, pakai sel, dan ada rongga," ujarnya.
Menurutnya, kepastian bahwa itu komponen tabung roket, karena cirinya sama dengan benda yang sama jatuh di Bengkulu, tahun lalu.
Selasa lalu, warga sekitar Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, dikejutkan benda yang jatuh dari angkasa.
Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin, saat dihubungi, mengaku sudah mengetahui kejadian tersebut. Menurutnya, Lapan menangkap lintasan orbit benda tersebut sebelum jatuh.
"Dalam hitungan orbit, objek tersebut memasuki atmosfer Sumbar pukul 09.09 WIB," ujar Thomas.
Ditelusurinya, ternyata benda tersebut merupakan komponen tabung bahan bakar roket milik Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
"Itu bagian tabung bahan bakar roket RRT Longmach/Chang-Zheng 3 yang digunakan untuk meluncurkan satelit navigasi Beidou M1 pd 13 April 2007," tandasnya.
Diperkirakan, benda tersebut berbentuk kendi berbidang lonjong, dengan ukuran 110 cm x 55 cm, dan berat 7,4 kg. Saat ini, benda tersebut berada di tangan kepolisian setempat.
Thomas menjelaskan, mula benda tersebut berukuran besar. Namun, saat masuk atmosfer pecah.
"Sebagian mungkin jatuh di laut atau hutan," terangnya.
Dia mengungkapkan benda tersebut tidak berbahaya, tetapi perlu dihindari kontak langsung, karena biasanya masih ada bahan tersisa.
"Tim dari Lapan Agam akan ke lokasi. Objek tersebut akan diambil oleh Lapan untuk penelitian lebih lanjut," timpalnya.
Dikatakan Syafrijon, besok kedua serpihan tersebut akan dibawa ke Bandung (Kantor Lapan), untuk diperiksa lebih lanjut.
"Teknis pengangkutan, karena tidak ada muatan nuklir, maka dibungkus biasa saja," bebernya.
Kendati demikian dia mengatakan, perlu kehati-hatian, terutama tabung yang jatuh di Maninjau, karena masih ada unsur hidrosin, yang bisa berakibat gatal-gatal. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved