Forum Anak Nasional di Kampar Suarakan Antiradikalisme

Rudi Kurniawansyah
20/7/2017 19:07
Forum Anak Nasional di Kampar Suarakan Antiradikalisme
(MI/Rudi Kurniawansyah)

FORUM Anak Nasional (FAN) 2017 sebagai rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2017 yang diselenggarakan di Kampar, Riau, Kamis (20/7), mencetuskan suara anak Indonesia untuk menolak radikalisme dan bullying atau perundungan.

"Forum Anak Nasional 2017 akan membahas sejumlah isu-isu penting terkait perlindungan anak. Seperti keberagaman dan kebinekaan, radikalisme, dan bullying. Hasinya nanti dinyatakan dalam suara anak nasional 2017," ujar Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Lenny Rosalin, usai acara pembukaan FAN 2017 yang mengambil tema 'Cinta Tanah Air melalui Kebinekaan dalam Keberagaman Budaya menuju Persaudaraan dan Kerukunan' di Hotel Labersa, Kampar, Riau, Kamis.

Pembukaan FAN 2017 dilakukan oleh Wakil Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim.

Dijelaskan Lenny, forum anak merupakan organisasi atau lembaga sosial yang digunakan sebagai wadah atau pranata partisipasi bagi anak yang belum berusia 18 tahun. Anggotanya ialah perwakilan dari kelompok anak atau kelompok kegiatan anak yang dikelola oleh anak-anak dan dibina oleh pemerintah sebagai media untuk mendengar dan memenuhi aspirasi, suara, pendapat, keinginan, dan kebutuhan anak dalam proses pembangunan.

"Tema FAN 2017 dipilih dan ditentukan sendiri oleh anak-anak. Tema utama tersebut dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya isu-isu terkait anak di Tanah Air. Tema ini dinilai sesuai dengan semangat dan kesadaran anak-anak dari Sabang sampai Merauke untuk saling bergandengan tangan dan bersatu untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak. Semua bersatu dimulai dari usia anak," ujarnya.

FAN 2017 akan diselenggarakan mulai 19 hingga 22 Juli 2017 yang akan diisi oleh berbagai kegiatan.

"Kami ingin membekali ilmu yang bemanfaat bagi semua anak yang hadir dalam kegiatan FAN 2017. Untuk itu, saya berharap anak-anak dapat memanfaatkan forum ini untuk menambah bekal ilmu dan belajar dari para narasumber dan fasilitator serta berbagi pengalaman dengan anak-anak dari wilayah lain untuk disebarluaskan kepada teman-teman lain yang belum memiliki kesempatan mengikuti kegiatan ini. Kalian akan menjadi agen perubahan (agent of change) dan diharapkan dapat menjadi Pelopor dan Pelapor (2P) apabila melihat segala sesuatu yang tidak layak dialami oleh anak-anak untuk ditindaklanjuti oleh orang dewasa," tambah Lenny.

FAN 2017 diharapkan dapat merangsang keterlibatan anak dalam proses pengambilan keputusan sesuai kebutuhan dan keinginan mereka. Suara, aspirasi, kebutuhan, dan kepentingan anak perlu menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan merupakan bagian tidak terpisahkan dalam setiap perencanaan dan proses pembangunan.

Hasil diskusi mereka akan terkristal dalam sebuah suara anak Indonesia 2017 yang akan dibacakan saat puncak acara HAN pada 23 Juli mendatang di hadapan Presiden Joko Widodo.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memilih delegasi anak Indonesia untuk ASEAN Children Forum dan menjamin keberlangsungan FAN pada tahun-tahun mendatang. Sekitar seribu orang akan mengikuti kegiatan FAN 2017 yang terdiri atas 748 peserta, 525 orang yang terpilih dari kabupaten/kota seluruh Indonesia, 68 orang pendamping atau mentor yang mewakili 34 provinsi, dan 66 anak LO atau perwira penghubung yang merupakan alumni FAN. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya