Atasi Kekeringan, Kementan Bantu Sebar 100 Ribu Alat Pertanian

Depi Gunawan
20/7/2017 18:56
Atasi Kekeringan, Kementan Bantu Sebar 100 Ribu Alat Pertanian
(MI/Djoko Sardjono)

KEMENTERIAN Pertanian menyiapkan bantuan berupa alat pertanian yang berjumlah sekitar 100.000 unit untuk para petani dalam mengantisipasi kekeringan di berbagai daerah.

Akan tetapi, bantuan tidak mudah didapatkan, sehingga pemerintah daerah diharapkan lebih proaktif dalam menanggapi kesulitan yang dihadapi para petani.

Staf Ahli Menteri Pertanian, Sam Herodian, mengungkapkan, bantuan berupa 100.000 unit alat pertanian tersebut bukan hanya pompa air, tetapi juga bantuan peralatan pertanian lainnya.

"Bantuannya banyak sekali, tapi disalurkan tergantung kebutuhan. Beberapa bantuan di antaranya sudah mulai didistribusikan ke daerah," katanya di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (20/7).

Belajar dari pengalaman pada 2015 yang mana pada saat itu terjadi kekeringan parah di sebagian daerah di Indonesia, pada tahun ini Kementan optimistis dapat menanggulanginya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Pak Menteri sudah mengantisipasi. Pada 2015 itu kan ada fenomena El Nino jadi menimbulkan kekeringan hebat, tapi bisa dilalui dengan sukses," bebernya.

Sam mengungkapkan, target pertama pemerintah untuk mengatasi kekeringan ialah dengan membangun sistem irigasi yang baik. Bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementan telah mencanangkan pembangunan puluhan ribuan embung di daerah tanah tadah hujan.

"Tahun ini kita menyelenggarakan program embung besar-besaran di pedesaan, walaupun biayanya itu tidak langsung dari Kementan. Embung itu hasil kerja sama Kementan dengan Kemendes. Jumlahnya cukup banyak, sampai puluhan ribu embung," terangnya.

Khusus program dari Kementan, lanjut dia, penanganan lahan kekeringan yakni dengan bantuan pompa air dan berbagai peralatan pertanian yang lain. Namun, bantuan itu disalurkan jika lahan pertanian yang kekeringan berada tak jauh dari sumber air.

"Asalkan ada sumber air di sekitarnya, maka bisa langsung kami bantu dengan pompa air supaya lahan yang terkena kekeringan bisa terairi," tuturnya.

Sementara Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Kementan, Widi Hardjono, menambahkan, persoalan kekeringan bisa diatasi dengan introduksi varietas baru, berikut pola penanaman yang paling cocok. Namun begitu, apa pun varietasnya, suatu tanaman tetap memerlukan air untuk tumbuh.

Lebih jauh Widi mengatakan, untuk saat ini pelatihan untuk mengatasi kekeringan sangat susah dilakukan. Untuk itu, pihaknya hanya bisa mengintroduksi varietas baru ditambah pengetahuan cara tanamnya.

"Kekeringan itu hanya bisa diatasi oleh air, karena syarat utama tumbuh tanaman adalah air. Namun kalau untuk mengatasi kebanjiran, kami sudah ada introduksi varietas yang tahan rendam sampai dua minggu. Itu yang kami introduksikan terus. Kalau tidak, varietas biasa kan mati begitu terendam air," jelasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya