Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH lahan persawahan di selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan mulai mengalami kekeringan menyusul belum turunnya hujan. Para petani pun menyikapi musim kekeringan itu dengan mengganti tanaman padi dengan palawija.
"Sudah banyak laporan kekeringan di selatan, seperti di Kecamatan Tegalbuleud dan Ciemas. Sekarang saya juga sedang berada di Kecamatan Ciemas memantau terjadinya kekeringan lahan persawahan," terang Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Dedah Herlina, saat dihubungi, Rabu (19/7) siang.
Dedah belum bisa menyebutkan luas areal persawahan yang mengalami kekeringan. Di wilayah selatan, kata dia, kekeringan sudah terjadi sejak dua bulan terakhir.
"Di wilayah selatan itu paling hanya sekitar satu atau dua hektare saja lahan sawah yang ditanami padi karena terdampak kekeringan," ujarnya.
Mantan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Sukabumi itu mengatakan, mayoritas lahan di wilayah selatan Sukabumi merupakan sawah tadah hujan. Karena itu, ketika tidak turun hujan dalam waktu cukup lama, lahan persawahan para petani dipastikan mengalami kekeringan.
"Di selatan memang kebanyakan sawah tadah hujan, hampir sekitar 60%, karena paling luas itu di wilayah sana (selatan)," beber Dedah.
Hanya saja Dedah tak terlalu khawatir dengan kondisi seperti itu. Alasannya, para petani di wilayah selatan sudah paham mengambil langkah ketika terjadi kekeringan.
"Dari awal juga kami sudah memberikan pemahaman kepada mereka (petani) untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bakal terjadinya musim kemarau sesuai prediksi dari BMKG. Itu yang kami jadikan dasar. Untungnya, para petani di selatan sudah paham ketika terjadi kekeringan. Mereka tidak memaksakan menanam padi dulu," ucapnya.
Sebagai gantinya, sebut Dedah, para petani di selatan mengganti tanaman padi dengan palawija, seperti jagung atau kacang kedelai. Tanaman palawija jenis itu tidak memerlukan banyak pasokan air.
"Kondisinya beda dengan di wilayah utara yang notabene sampai sekarang pasokan air untuk pertanian masih cukup bagus," tukasnya.
Dedah berharap prediksi musim kemarau tidak akan berlangsung panjang seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebab, jika berlangsung dalam waktu lama, dikhawatirkan akan berdampak terhadap tingkat produksi hasil panen.
"Mudah-mudahan tidak terlalu lama. Yang pasti, sampai sekarang kita terus berikan pemahaman kepada para petani agar mengganti tanaman padi dengan palawija. Saat ini memang waktunya pola tanam palawija," tandasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved