Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN hektare sawah di sejumlah daerah di Aceh mengalami kekeringan. Bahkan, ratusan hektare lahan sawah di empat kecamatan di Kabupaten Aceh Besar mengalami puso dan terancam gagal panen.
Dari pantauan Media Indonesia, Selasa (18/7), ratusan hektare sawah di Kabupaten Aceh Besar mengalami kekeringan. Sedangkan 15 hektare sawah di Desa Empetrieng, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar, dipastikan puso dan gagal panen.
Ketua Kelompok Tani Bina Muda, Arifin Radi, mengatakan, terdapat 50 hektare lahan sawah di desanya. Namun, sebanyak 16 hektare sawah yang digarap secara bergotong royong mengunakan bibit padi jenis gogo mengalami puso. Pasalnya, sejak dua bulan terakhir kawasan itu dilanda kekeringan.
"Yang mengalami puso dan gagal panen itu, lahan sawah yang ditanam padi jenis gogo. Sebanyak 16 hektare sawah itu tidak mendapatkan aliran air sejak beberapa pekan, karena hujan lama tidak turun," katanya.
Ia menjelaskan, kawasan persawahan setempat memang memiliki aliran air dari Waduk Krueng Jrue. Namun, biasanya petani setempat hanya menanam padi setahun sekali dengan diselingi menanam palawija.
"Memang ada waduk untuk aliran air, itu hanya cukup untuk tanam padi setahun sekali. Jadi karena mendapatkan subsidi bibit jenis gogo, tahun ini kami coba tanam, sepertinya percobaan kami gagal karena tidak ada air sehingga padi tidak berisi," jelasnya.
Oleh karena itu, mereka berharap bantuan pemerintah guna mengatasi permasalahan tersebut. Sebelumnya, Arifin mengaku, para petani telah mendapatkan bantuan pompa air guna menanggulangi kekeringan di persawahan.
"Setiap desa memang ada bantuan pompa air dari dinas pertanian, tapi kendalanya tidak ada air di irigasi, jadi pompa air tidak berfungsi. Kami berharap pemerintah membantu menyediakan sumur bor, agar kendala kekeringan bisa teratasi," katanya.
Ia menambahkan, para petani mengalami kerugian hingga Rp600 juta rupiah. Pasalnya, dalam satu hektare bisa menghasilkan 8 ton padi, sehingga ia memperkirakan sebanyak 100 petani yang terlibat dalam kelompok tani tersebut mengalami gagal panen.
"Biasanya satu ton bisa menghasil Rp40 juta rupiah, para petani yang terlibat dalam kelompok ini ada 100 orang lebih, sehingga bisa dipastikan mereka mengalami kerugian besar," pungkasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved