PT PERTAMINA mencabut izin 60 pangkalan elpiji yang tersebar di wilayah Cirebon, Jawa Barat, karena sering menaikkan harga penjualan di atas harga eceran tertinggi.
Pangkalan nakal itu berada di Kabupaten dan Kota Cirebon, Majalengka, Kuningan, dan Indramayu.
''Mereka memanfaatkan momen tingginya permintaan warga terhadap elpiji. Kenakalan lain mereka lakukan dengan menjual elpiji 3 kilogram secara sengaja ke kalangan industri,'' kata Senior Sales Executive Pertamina Rayon X, Herdi Surya Indrawan, kemarin.
Pencabutan itu tidak akan berpengaruh terhadap distribusi elpiji karena di wilayah Cirebon ada 4.200 pangkalan.
''Kami harus tegas supaya ada efek jera,'' tandas Herdi.
Kemarin, PT Pertamina menggelar operasi pasar elpiji 3 kg di sejumlah daerah. Di Subang, warga Kecamatan Pabuaran rela antre cukup lama untuk mendapat dua tabung elpiji dengan harga per tabung Rp16 ribu.
''Kami berharap operasi pasar bisa digelar dua minggu sekali sampai harga dan pasokannya normal lagi,'' ungkap Kesih, warga.
Di Kota Cimahi, operasi pasar menjual elpiji 3 kg dengan harga Rp15 ribu per tabung.
Dalam beberapa hari ini, elpiji 3 kg dijual dengan harga Rp20 ribu-Rp25 ribu per tabung.
Kenaikan harga elpiji hingga Rp23 ribu membuat sebagian warga di Desa Sarampad, Kecamatan Cugeng, Cianjur, beralih menggunakan kayu bakar.