Kenalkan Budaya Daerah Lewat Siswa Mengenal Nusantara

Dwi Apriani
13/7/2017 22:25
Kenalkan Budaya Daerah Lewat Siswa Mengenal Nusantara
(MI/Dwi Apriani)

SELAMA lima hari (12-16 Juli) akan digelar pembekalan khusus kepada 20 siswa tingkat SMA/SMK dan SLB berprestasi di Sumatra Selatan. Pembekalan itu sebagai tahapan untuk program Siswa Mengenal Nusantara yang digelar 120 BUMN.

Di Sumsel, 20 siswa yang terpilih itu telah mendapat pembekalan akan mengikuti pertukaran pelajar dengan tujuan Kalimantan Utara (Kaltara). Sementara 20 pelajar asal Kaltara juga akan bertandang ke Sumsel pada 16-23 Juli.

"Ada banyak yang akan dilakukan selama mereka (pelajar berprestasi) mengikuti Siswa Mengenal Nusantara. Mulai dari mendatangi BUMN dan mitra binaan, study tour ke sentra industri, mengunjungi tempat-tempat bersejarah, bertemu dengan kepala daerah dan sebagainya," kata Vice President CSR PT KAI (Persero) Nathan M Siahaan, kemarin.

Ia mengatakan, melalui program Siswa Mengenal Nusantara, diharapkan tunas-tunas muda generasi penerus bangsa mampu menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa tercinta Indonesia sekaligus terus memajukan peradaban bangsa.

Harapan ini juga menjadi bagian dalam 'membangun pemahaman para pemangku kepentingan (stakeholders)' mengenai peran Kementerian BUMN dan BUMN dalam turut serta 'Membangun Kapasitas Nasional (Nasional Capacity Building) melalui generasi muda penerus bangsa'.

"Pertukaran pelajar ini dilakukan agar mereka saling mengenal keanekaragaman budaya maupun kekayaan alam di provinsi lain," tambahnya.

Untuk pelaksanaan program di Sumsel, PIC BUMN yang ditentukan Kementerian BUMN yakni PT KAI (Persero) dan PT Semen Indonesia. Ia menerangkan, program ini bukan hanya untuk para pelajar SMA dan SMK, namun juga melibatkan anak-anak disabilitas yang berasal dari SLB di kota tersebut.

Disebutkannya, ada dua pelajar dari SLB yang ikut dan mereka didampingi 2 guru pendamping. Sementara itu juga ada 2 guru terpilih yang menjadi pendamping untuk siswa SMA/SMK.

"Untuk penyeleksiannya, kita bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel. Awal penyeleksian ada 51 orang peserta dari 17 kabupaten/kota di Sumsel. Lalu kita mendapati 18 orang yang lolos seleksi. Sementara 2 orang lagi langsung dipilih dari SLB," terang dia.

Sementara itu, Kepala Bidang SMA Disdik Sumsel Boni Syafrian menuturkan, pihaknya melakukan penyeleksian sesuai prosedur yang ada.

"Sekitar 2 bulan lalu, ada surat masuk untuk Program Siswa Mengenal Nusantara. Ini tahun ketiga diselenggarakan program ini. Tahun pertama, pertukaran pelajar di Gorontalo, dan kedua di Maluku Utara. Setelah surat masuk, kita langsung lakukan pengumuman dan mulai melaksanakan penyeleksian," papar Boni.

Untuk persyaratannya, selain memiliki prestasi membanggakan, siswa ini juga harus berasal dari keluarga tidak mampu. "Seleksi yang kita lakukan mulai dari tes akademik, tes pengetahuan tentang budaya hingga wawancara," tandasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya