Ratusan Pasien Thalasemia di Aceh Butuh Darah

Ferdian Ananda Majni
13/7/2017 19:53
Ratusan Pasien Thalasemia di Aceh Butuh Darah
(Dok. MI)

SEBANYAK 314 penderita thalasemia membutuhkan transfusi darah secara rutin di Rumah Sakit Umum dokter Zainoel Abidin Banda Aceh. Tingginya angka penderita thalasemia ini mendorong masyarakat Aceh untuk aktif mendonorkan darah secara rutin.

Ketua Komunitas Darah Untuk Aceh (DUA), Nurjannah Husein, Kamis (13/7), mengatakan, jumlah penderita thalasemia ini merupakan data yang tercatat di komunitasnya. Angka ini bisa saja terus bertambah karena masih banyak penderita thalasemia yang belum tercatat di Aceh.

"Para penderita thalasemia di Aceh perlu perhatian bersama, karena stok darah yang sering mengalami kekurangan kerap membuat para pasein thalasemia harus menunggu pendonor untuk bisa mentranfusi," kata Nurjannah, saat mengikuti kegiatan donor darah sedunia yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Banda Aceh, Kamis.

Ia menambahkan, rata-rata kebutuhan darah untuk para penderita thalasemia mencapai 800 kantong darah. Bahkan, setiap bulan kebutuhan meningkat seiring bertambahnya pasien.

"Kebutuhan memang banyak, karena rata-rata 3 kantong darah per anak dalam sebulan. Nah, dari waktu ke waktu memang terjadi peningkatan. Karena ada diagnosis baru sehingga pendonor darah untuk thalasemia juga diharapkan meningkat," jelansya.

Meski demikian, Nurjanah mengaku terdapat perubahan stigma masyarakat untuk saling berbagi. Donor darah di Banda Aceh kini semakin diminati oleh kalangan muda.

"Donor darah sekarang lagi ngetren bagi anak muda di Banda Aceh. Namun, mereka juga tidak bisa dipastikan sehat selalu, seperti kurang sehat atau Hb darahnya kurang," lanjutnya.

Ia menyebutkan, sebelumnya sempat mengalami kesulitan mendapatkan pendonor darah saat bulan suci Ramadan lalu.

"Memang bulan puasa kemarin ada penurunan pendonor, ada beberapa penderita thalasemia yang tidak tepat waktu mendapatkan transfusi darah," paparnya.

Menanggapi kondisi ini, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin, yang ikut mendonorkan darah pada hari donor darah sedunia, meyebutkan, dirinya berencana melakukan kegiatan donor darah secara rutin di lingkungan Kantor Pemerintah Kota Banda Aceh.

"Rencana akan kami lakukan rutin di balai kota, dengan harapan dapat terbantu para pasien yang membutuhkan tranfusi darah," sebutnya.

Zainal juga mengingatkan kepada masyarakat agar rutin melakukan donor darah. Selain sehat bagi kesehatan, juga dapat berbagi dan membantu sesama yang sedang membutuhkan transfusi darah.

"Donor darah sehat, bisa awet muda karena darah kita selalu berganti saat melakukan donor. Apalagi setetes darah kita itu, sangat berharga bagi orang yang membutuhkan," terangnya.

Zainal juga akan terus mendukung upaya PMI dan Komunitas DUA agar mensosialisasi pentingnya donor darah.

"Kami akan menggalakan dukungan dan memasyarakatkan donor darah. Namun, sejauh ini saya apresiasi dengan kesadaran masyarakat khususnya Banda Aceh yang secara sadar dan rutin melakukan donor darah," pungkasnya.

Dari pantauan, kegaitan donor darah sedunia yang digelar PMI Kota Banda Aceh, selain melakukan donor darah massal, mereka juga menyosialisasikan manfaat donor darah. Kegiatan itu diikuti unsur pengurus palang merah se-kota Banda Aceh juga hadir para pendonor aktif yang selama ini rutin mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya