Keluarga Yakin Kodar tidak Terlibat Bom Panci Bandung

Kristiadi
12/7/2017 20:38
Keluarga Yakin Kodar tidak Terlibat Bom Panci Bandung
(Dok. MI)

PASCAPENANGKAPAN terduga teroris yang dilakukan aparat Densus 88 Antiteror Mabes Polri terhadap Kodar, 26, warga Kampung Pasirpeuti, RT 03 RW 01, Desa Cibanteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (11/7) malam, pihak keluarga mengaku kaget.

Mereka tidak mengira anggota keluarganya yang dibawa anggota polisi dengan tangan diborgol ke belakang dituduh teroris.

"Kodar selama di Bandung bekerja selama 3 bulan berjualan bubur kacang ijo. Memang dia pernah tinggal satu kamar dengan penjual bakso Agus Wiguna (22), yang sama-sama berjualan untuk meringankan beban membayar kontrakan. Tapi, Kodar pernah mengusirnya dari kontrakan tersebut karena dia tidak membayar uang kontrakan satu bulan sehingga AW pindah ke Kampung Kubang Beureum, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu," kata kakak kandung Kodar, Cicih Sukarsih, 42, saat ditemui, Rabu (12/7).

Cicih mengatakan, setelah lama bekerja di Bandung menjadi pedagang bubur kacang ijo keliling, Kodar akhirnya memilih menjual gerobaknya seharga Rp300 ribu untuk biaya transportasi pulang ke kampung halaman sebelum Ramadan tiba. Kepadanya, Kodar mengaku merindukan teman-temannya di pengajian dan berkeinginan membantu adik dan kakak-kakaknya di kampung.

"Dalam selama berada di kampung, Kodar juga tidak bisa kembali lagi ke Bandung karena mengalami sakit hepatitis (liver), sampai kemarin anggota Densus menangkapnya saat sedang tiduran. Tetapi sayang keluarga tidak boleh menyaksikan penangkapannya. Keluarga hanya lihat saat tangannya sudah diborgol," ujarnya.

Kakak kandung Kodar lainnya, Muslihat, 29, mengungkapkan, adiknya tidak bisa bekerja secara normal seperti orang lainnya karena memiliki cacat pada kedua kaki dan tangannya sejak lahir. Ia pun yakin kejadian bom panci yang meledak di kontrakan Agus Wiguna tidak terkait dengan sang adik. Apalagi, ia juga mengetahui kabar soal cekcok Kodar dengan Agus karena masalah uang kontrakan.

"Kami keluarga ingin Kodar dipulangkan kembali karena selama ini tidak ada kaitannya dengan Agus Wiguna, meski dia juga tahu kalau soal kejadian bom panci meledak di Bandung melalui siaran televisi. Selama hidup di kampung, kepribadian Kodar juga saleh. Dia selalu rajin ke masjid, pintar mengaji, dan orangnya humoris, selalu bercanda dan sering berbaur dengan masyarakat," paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan penangkapan yang dilakukan anggota Densus 88 terhadap Kodar karena terkait dengan Agus Wiguna pernah tinggal bersama satu kamar kontrakan selama satu bulan lebih.

"Anggota Densus 88 Antiteror telah mengamankan barang bukti berupa 1 buah dompet kulit warna hitam berisi satu 1 SIM C dan KTP atas nama Kodar, 2 buah kitab tauhid dan 1 buah ransel parasut warna hitam," katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya