Polisi Sebut Tiga Terduga Teroris Jaringan Sel Baru JAD Bandung

Antara
12/7/2017 20:18
Polisi Sebut Tiga Terduga Teroris Jaringan Sel Baru JAD Bandung
(MI/Bayu Anggoro)

TERDUGA teroris AAS, 25, yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia pada Selasa (11/7) malam di daerah Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat, memiliki keterkaitan dengan AW, terduga pembuat bom panci di Bandung.

"Ini memiliki keterlibatan bom di Buahbatu, Sabtu (9/7) lalu," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, saat melakukan penggeledahan di kediaman AAS di Komplek Cibolerang Blok C 49, Kelurahan Margahayu Utara, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Rabu (12/7).

Yusri mengatakan, dari hasil pengakuan AW, mengarah kepada dua orang lainnya, yakni AAS dan K, 26, di dua lokasi berbeda. Untuk K sendiri ditangkap di daerah Tasikmalaya pada Selasa malam.

"Peran masing-masing, termasuk AAS, sama-sama dengan AW dan K melakukan perencanaan peledakan bom di beberapa tempat di Kota Bandung," katanya.

AW, K, dan AAS diketahui belajar merakit bom dari tayangan di internet, dan seluruh perakitan bom dilakukan di rumah kontrakan AW.

Ia mengemukakan, ketiga pelaku merupakan jaringan sel baru Jemaah Ansharut Daulah (JAD) di Kota Bandung.

Keterkaitan dengan bom panci di Bandung dengan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, menurut dia, masih didalami Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

"Sesegera mungkin membongkar, dan ada beberapa pelaku termasuk penyandang dana-dananya," pungkas Yusri. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya