Disangka 'Menggambar' Markas Brimob, Pengemudi Ojek Online Diamankan

Dwi Apriani
10/7/2017 21:59
Disangka 'Menggambar' Markas Brimob, Pengemudi Ojek Online Diamankan
(Thinkstock)

MARKAS Komando Korps Brigadir Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Sumatra Selatan menjadi incaran aksi terorisme. Seorang pengemudi ojek daring (online), Muchsin, ditangkap oleh tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel lantaran telah merekam seperti sedang memetakan suasana dan situasi di Mako Brimob Polda Sumsel.

Hal itu diketahui setelah rekaman video yang berisi tentang suasana dan kondisi Mako Brimob Polda Sumsel diunggah di media sosial miliknya.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, mengatakan, pria berinisial MS itu mengaku masuk ke Mako Brimob untuk mengantar makanan pesanan pelanggan.

"Setelah kami buktikan, benar bahwa di handphone-nya tidak pernah meng-upload rekaman itu. Karena tidak ada bukti rekam jejak, maka MS ini sudah kami lepas," ujarnya di Palembang, Senin (10/7).

Agung menegaskan masih mencari tahu pria dengan pakaian Go-jek yang merekam dan mengunggah video itu.

"Kita belum tahu siapa yang meng-upload. Yang jelas kami akan buktikan bahwa kepolisian tidak takut kepada mereka si penebar teror. Teror itu sebenarnya menyebar karena takut, dan kita semua tidak boleh takut," terang dia.

Muchsin diketahui ditangkap dan dibawa oleh Polda Sumsel saat berada di rumahnya di Jalan Bungaran, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, Sabtu (8/7) malam.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Prasetijo Utomo, mengungkapkan, MS kini telah dikembalikan ke pihak keluarga dan dikenakan wajib lapor.

"Sudah dikembalikan ke pihak keluarga, karena belum ada bukti," kata Prasetijo.

Dari MS, petugas hanya mengamankan barang bukti berupa dua unit telepon seluler, jaket, dan helm ojek daring, dan satu unit sepeda motor Honda Beat nomor polisi BG 6782 ABK.

"Dia memang pengemudi Go-jek. MS ini masih dilakukan penyidikan dan penelitian. Karena tidak terbukti, MS kita bebaskan. Sementara ini bukan dia yang melakukan perekaman itu. Bukan dia juga yang meng-upload. Kita masih cari tahu," kata dia.

Ia berharap jika ada informasi dari masyarakat terkait isu teror bisa segera melapor ke kepolisian setempat. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya