Pencarian Dua Napi Kabur Fokus di Hutan Bakau Nusakambangan

Liliek Dharmawan
10/7/2017 21:44
Pencarian Dua Napi Kabur Fokus di Hutan Bakau Nusakambangan
(ANTARA FOTO/Idhad Zakaria)

TIM gabungan yang terdiri atas petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan dan Polres Cilacap, Jawa Tengah, memburu dua narapidana yang kabur dari Lapas Besi Nusakambangan pada Minggu (9/7) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kedua napi tersebut kabur setelah keduanya beraktivitas di luar kamar. Sebanyak empat tim dikerahkan untuk memburu kedua napi tersebut. Dua napi yang kabur ialah Agus Triyadi yang dipidana 14 tahun, warga Kroya, Cilacap, dan Hendra, warga Dharmasraya, Sumatra Barat, dengan pidana 10 tahun penjara. Keduanya mendekam di LP Besi karena terlibat kasus pencurian.

Koordinator Lapas se-Nusakambangan, Abdul Aris, mengatakan, begitu ada laporan napi kabur, maka petugas Lapas bersama kepolisian dan TNI Angklatan Laut (AL) langsung memburu keduanya.

"Perburuan dilakukan di sekitar Pulau Nusakambangan. Hingga kini belum diketahui, apakah kedua napi sudah keluar dari Nusakambangan atau belum. Namun demikian, kemungkinan besar masih berada di Pulau Nusakambangan," katanya, Senin (10/7).

Dikatakan Aris, perburuan masih fokus di dalam Pulau Nusakambangan. Ada dua tempat yang menjadi perhatian khusus, yakni di hutan bakau Gladakan pinggiran Pulau Nusakambangan dan Sungai Kolera yang lokasinya berada di belakang Lapas Narkotika, Nusakambangan.

"Ada empat tim yang melakukan pengejaran yang terdiri atas petugas lapas, kepolisian, dan TNI AL. Masing-masing tim beranggotakan 12 orang. Sehingga ada 48 personel gabungan yang melakukan pencarian terhadap 2 napi tersebut," ujarnya.

Menurut Aris, pada Minggu lalu, sekitar jam 07.30 WIB, seluruh napi Lapas Besi diberi kesempatan untuk keluar kamar tahanan. Namun, mereka masih tetap di dalam kompleks. Namun pada jam 13.00 WIB, ketika seluruh tahanan diminta untuk masuk ke kamar tahanan, ternyata ada dua napi yang tidak ada. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata benar, kamar bernomor 12 tidak ada penghuninya. Biasanya, dua napi yang menghuni ialah Hendra dan Agus Triadi, ternyata keduanya tidak ada.

Dengan kaburnya napi tersebut, Aris menyatakan pihaknya meningkatkan pengawasan terhadap napi dan pemantauan blok bagian belakang masing-masing lapas. Ia mengakui saat ini jumlah petugas lapas sangat terbatas, apalagi saat sekarang adalah transisi pascalibur Lebaran.

Sebelumnya, pada 19 Juni lalu, di Lapas Permisan, Nusakambangan, juga ada napi kabur. Napi tersebut ialah Kadarmono, 46, warga Gunungpati, Semarang. Hingga kini, napi yang kabur belum dapat ditemukan dan masih dilakukan perburuan. Kadarmono sempat bakal ditangkap oleh petugas bernama Septian pada 3 Juli lalu. Namun, Kadarmono kembali lolos setelah membacok dengan golok petugas bernama Septian itu. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya