Orangtua Kecewa Pengumuman PPDB Diundur hingga Tiga Kali

Depi Gunawan
10/7/2017 18:24
Orangtua Kecewa Pengumuman PPDB Diundur hingga Tiga Kali
(MI/BARY FATHAHILAH)

RATUSAN orangtua murid kecewa saat pengumuman hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) serempak di SMA Negeri 1 Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, lantaran jaringan sistem internet mengalami gangguan, Senin (10/7).

Orangtua murid bahkan tiga kali menelan kekecewaan karena amburadulnya sistem internet tersebut. Padahal, mereka sudah berdatangan sejak pagi untuk mendapat kejelasan soal kelulusan anak mereka di sekolah tersebut.

Namun, pihak sekolah hanya menyampaikan permohonan maafnya di papan pengumuman, bahwa pemrosesan data hasil seleksi yang ditampilkan pada laman PPDB Jabar masih dalam proses pengolahan dan diundur hingga pukul 14.00 WIB.

Para orangtua murid itu pun pulang ke rumah masing-masing dan kembali ke sekolah sebelum pengumuman PPDB dilaksanakan pihak sekolah. Mereka pun lagi-lagi dikecewakan, karena ketika kembali ke sekolah belum juga memperoleh hasil pengumuman hingga pukul 14.30.

Tepat jam 15.00, lewat pengeras suara, perwakilan pihak sekolah meminta para orangtua berkumpul di depan ruangan panitia PPDB. Setelah dikumpulkan, pihak panitia PPBD menyatakan jika server komputer masih bermasalah dan pengumuman terpaksa ditunda kembali hingga Senin malam.

Sambil meminta bersabar, pihak panitia mengimbau orangtua murid untuk mengecek hasil PPBD pada Senin malam. Jika diterima, mereka diminta kembali datang ke sekolah untuk mengambil berkas daftar ulang pada Selasa (11/7) besok.

Masih diliputi rasa kekecewaan, sebagian orangtua kemudian mempertanyakan masalah yang terjadi kepada salah satu panitia. Setelah mendapat jawaban yang cukup puas, mereka akhirnya meninggalkan lokasi sekolah meski masih kecewa dengan pengunduran waktu pengumuman PPDB tersebut.

"Tadi pagi sudah datang ke sini, tapi pihak sekolah mengundurkan pengumuman jadi jam 2 siang. Sudah datang lagi ke sini, tapi saya masih tetap enggak menemui hasil," ungkap Hasian, 40, salah satu orangtua murid yang dikecewakan dengan pelaksanaan PPBD.

Hal senada disampaikan orangtua calon siswa lainnya, Suhadi, 43. Ia mengaku sudah jauh-jauh datang dari Desa Cibodas dan sangat berharap anaknya bisa mendapat kejelasan soal diterima atau tidak di SMAN 1 Lembang.

"Tadi pagi, nama anak saya bisa muncul di intenet dan katanya diterima di sekolah ini, tapi masih sementara. Untuk lebih jelasnya kan pihak sekolah yang harusnya menyatakan anak saya diterima. Tapi setelah datang ke sini malah jadi enggak jelas, server internet di sekolah katanya lagi bermasalah," tuturnya.

Menurut dia, pelaksanaan PPDB tahun ini membuat sulit orangtua dan murid. Pasalnya, dia khawatir anaknya malah tidak diterima di SMAN 1 Lembang. Jika tidak terima, Suhadi akan segera mendaftar ke sekolah lainnya sebelum tanggal pendaftarannya ditutup.

"Katanya pemerintah memudahkan anak bersekolah tapi kok rasanya dipersulit begini. Kalau cara penerimaan siswa barunya tidak seperti ini, saya kan bisa langsung cari sekolah lain kalau anak saya nggak diterima, takutnya sekolah pilihan satu dan dua, dua-duanya malah nggak diterima. Kan jadi bingung juga, akhirnya kita terpaksa daftar ke sekolah swasta," lanjut Suhadi.

Menanggapi hal ini, Kepsek SMAN 1 Lembang Dedi Suanda mengakui jika pengumuman hasil PPBD harus tertunda beberapa kali karena penanggung jawab ada di provinsi. Sementara jumlah SMAN se-Jabar bisa lebih dari 4.000 sekolah.

"Kendalanya ada di provinsi, kan hari ini semua sekolah serempak mengumumkan hasil PPDB jadi mungkin jaringan internetnya bermasalah," terang Dedi.

Dia berharap kendala ini tak berlangsung lama, sebab pihaknya ingin segera ada kejelasan terkait nama-nama calon siswa yang diterima di SMA tersebut.

Dedi menyebutkan, calon siswa yang mendaftar ke SMA Lembang sejak pendaftaran dibuka pada 3 Juli lalu sangatlah tinggi. Bahkan baru dua hari dibuka, calon siswa yang telah mendaftar tercatat hingga sekitar 480-an orang.

"Kita hanya terima 12 rombongan belajar (rombel) dalam satu kelas, satu rombel jumlahnya 36 siswa. Jadi kalau ditotal kira-kira kita hanya menerima 432 siswa baru di tahun ajaran baru ini," ujarnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya