Perilaku Perakit Bom Panci di Buahbatu Berubah sejak 6 Bulan Terakhir

Depi Gunawan
09/7/2017 22:26
Perilaku Perakit Bom Panci di Buahbatu Berubah sejak 6 Bulan Terakhir
(ANTARA FOTO/Agus Bebeng)

AGUS Wiguna, 22, perakit bom panci di sebuah rumah kontrakan Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat, dikenal sebagai anak yang baik dan sopan. Namun begitu, sejak enam bulan terakhir, pihak keluarga merasa sifat dan perilaku Agus berubah drastis.

Hal itu disampaikan ibu kandung Agus, Ia Mariamah, 41, di tempat tinggalnya Kampung Angaraja RT 02 RW 07, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Minggu (9/7).

"Perubahan drastis mulai terlihat sekitar 6 bulan lalu, semenjak dia diajak ikut pengajian oleh temannya bernama Qodar yang katanya berfofesi sebagai penjual bubur kacang hijau," kata Mariamah.

Berdasarkan penuturan Mariamah, Agus sering menyampaikan kepada keluarganya bahwa menabung di bank dan mencicil motor dilarang keras oleh agama karena haram.

"Ia (Agus) juga tidak suka makan daging lagi, hampir tiap hari ngobrolnya soal tauhid, dosa, dan jihad," ungkapnya.

Sebelum perilakunya itu berubah, lanjut Mariamah, Agus juga sempat mengenyam bangku kuliah di salah satu universitas swasta di Kota Bandung. Namun, belum satu semester, ia tidak mau lagi meneruskan kuliah karena menganggap apa yang dipelajarinya juga haram.

"Semuanya berubah, pakaian sehari-harinya juga berganti jadi nggak biasa," lanjutnya.

Tatang Witarya, 46, ayah tiri Agus, mengungkapkan, pihak keluarga baru mengetahui kabar bahwa Agus merupakan perakit bom yang meledak di rumah kontrakannya, di Kampung Kubang Bereum RT 07/11, Sekejati, Buahbatu, Kota Bandung, Sabtu (8/7) sore kemarin.

"Baru tahu setelah dihubungi saudara di Garut, kaget juga soalnya langsung ditelepon malam-malam. Katanya ada anggota Polsek dan Densus yang datang ke rumah minta kartu keluarga," terang Tatang.

Ketua RT setempat, Aam Supriyatna, menyatakan, selama ini Agus Wiguna tidak tercatat sebagai warganya karena kedua orangtuanya tidak pernah melaporkannya.

"Yang saya dengar dari ibunya, Agus ini sering datang ke sini sekitar jam 11 malam, lalu subuhnya pulang lagi ke kontrakannya di Buahbatu," kata Aam ditemui di tempat yang sama.

Aam justru tidak mengetahui jika suami istri tersebut sudah memiliki anak yang berusia dewasa.

"Saya kira anaknya ini hanya dua, tapi ternyata ada anak yang sudah besar dari hasil pernikahan Mariamah dengan suami pertamanya," tambahnya.

Seperti diberitakan, sebuah bom panci meledak di rumah kontrakan Agus Wiguna. Bom yang meledak itu rencananya bakal diledakkan di Jalan Braga, rumah makan di Astana Anyar, dan sebuah gereja. Saat ini, Agus yang sejak tujuh bulan lalu berprofesi sebagai tukang bakso itu tengah menjalani pemeriksaan intensif pihak kepolisian. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya