Benda Mencurigakan di Polres Poso Berisi Surat Ancaman

M Taufan SP Bustan
09/7/2017 22:19
Benda Mencurigakan di Polres Poso Berisi Surat Ancaman
(Ist)

SEBUAH benda mencurigakan yang diduga berisi bahan peledak sempat meneror Markas Kepolisian Resor (Polres) Poso, Sulawesi Tengah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, benda mencurigakan itu ditemukan Minggu (9/7) sekitar pukul 03.15 Wita, tepat di depan pintu masuk Polres Poso, di Jalan Pulau Sumatera, Kelurahan Gebangrejo, Kecamatan Poso Kota.

Benda mencurigakan berukuran kepalan tangan orang dewasa itu dibungkus dengan lilitan lakban berwarna hitam dan di bagian luar bungkusan terdapat potongan kertas putih yang direkat dengan plester luka warna cokelat.

"Jadi anggota yang piket pertama menemukan, karena curiga langsung menelepon Tim Gegana Brimob Polda Sulteng," kata Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto, di Palu, Minggu petang.

Sekitar pukul 04.30 Wita, unit penjinak bom tiba di TKP dan selanjutnya melakukan penanganan dengan peralatan serta pakaian penjinak bom (jibom).

"Sekitar pukul 05.30 Wita, benda itu kemudian dipindahkan dari TKP menggunakan kendaraan jibom menuju Mako Gegana di Jalan Pulau Irian untuk selanjutnya diurai," terang Hari.

Dari hasil uraian di Mako Gegana, benda mencurigakan tersebut diketahui berisi sepotong kertas yang bertuliskan dengan tinta biru 'Kami akan datang menumpah darah kalian wahai thogut' dan rangkaian material batu bata yang belum dibakar.

Selain itu, ditemukan pula satu helai kabel kecil warna putih, satu helai kabel kecil warna ungu, satu helai kabel kecil warna biru, lakban hitam yang dipotong-potong, tas sandal gunung warna hitam, serpihan magnet warna hitam, serta ring pompa lampu petromaks.

"Penyidikan dilakukan untuk mengetahui siapa yang menaruh benda itu. Yang pasti ini bentuk teror dari kelompok yang ada di Poso," ungkap Hari.

Pascapenemuan benda mencurigakan itu, seluruh anggota Polri di jajaran Polres Poso diminta untuk lebih berhati-hati dan tidak lengah dengan hal-hal kecil yang mencurigakan.

Pasalnya, bentuk teror itu diketahui sebagai tanda bahwa kelompok tersebut masih ada di Poso.

"Bapak Kapolda juga sudah langsung menginstruksikan kepada Kapolres Poso untuk memperketat pengamanan mako dan memberlakukan body system terhadap anggotanya," tandas Hari. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya