Selebaran Bernada Teror dari IS Ditemukan di Masjid Bukittinggi

Yose Hendra
09/7/2017 19:45
Selebaran Bernada Teror dari IS Ditemukan di Masjid Bukittinggi
(Ilustrasi--thinkstock)

SELEBARAN kertas diduga imbauan dan peringatan dari kelompok gerakan Islamic State (IS) ditemukan dua remaja tertempel di dinding toilet Masjid Baitul Jalal Mandiangin, Kota Bukittinggi, Sumatra Barat, Jumat (7/7) siang.

Kedua remaja berinisial N, 16, dan A, 17, menemukan saat ingin buang hajat di toilet tersebut. Penemuan selebaran ini kemudian dilaporkan kepada pengurus masjid yang diteruskan ke kepolisian daerah setempat.

Ada pun isi selebaran tersebut sebagai berikut:

'Dihimbau kepada seluruh kaum muslimin yang berada di luar wilayah Khilafah Islamiyah agar selalu waspada dan menjaga diri antum sekalian. Jauhilah tempat-tempat keramaian yang mana didalamnya ada begitu banyak kemaksiatan karena semua itu adalah target bagi junud inghimasy Daulah Khilafah Islamiyah.

Demi menghindarkan korban dari pihak sipil yang tidak berdosa maka kami himbau kepada segenap kaum muslimin, hindarilah berbaur dengan aparat baik itu TNI/POLRI karena mereka semua adalah target.

Kami tegaskan, bahwa dalam setiap amaliyah yang dilakukan oleh Anshar Khilafah Islamiyah nusantara tidak menargetkan masyarakat oleh karena itu kami berharap pengertian dari antum semua dan agar himbauan ini diindahkan, demi mengindari jatuhnya korban'.

Wakapolres Bukittinggi, Kompol Dasveri Abdi, saat dimintai konfirmasi, membenarkan adanya temuan tersebut. Setelah adanya laporan dari warga, dia pun memerintahkan Panit Intelkam Polsek Bukittinggi untuk mengamankan barang bukti (BB) tersebut dan berkoordinasi dengan Satuan Intelkam Polres Bukittinggi.

"Adanya temuan ini, jajaran Polresta Bukittinggi terus meningkatkan kewaspadaan," ujar Dasveri, Minggu (9/7).

Langkah lainnya, sambung Dasveri, penyidikan akan terus dilakukan petugas, dengan target mendapatkan siapa pelaku yang telah menyebarkan selebaran tidak beralamat tersebut beserta motifnya. Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak perlu takut secara berlebihan.

"Kita akan terus meningkatkan pengawasan di lapangan, mengimbau masyarakat untuk tidak panik," pungkasnya.

Sementara masjid yang menjadi sasaran selebaran bermuatan imbauan dan peringatan tersebut secara organisasi keislaman berafiliasi pada Muhammadiyah. Pengurus Masjid Baitul Jalal, Aditiawarman. mengatakan, Masjid Baitul Jalal Mandiangin merupakan masjid berafiliasi pada Muhammadiyah, sehingga patronnya jelas yakni amar makruf nahi nungkar (menegakkan kebenaran dan menjauhkan kemungkaran).

Bersamaan dengan ditemukannya selebaran ini, wilayah sekitar Bukittinggi atau Nagari Lasi Mudo, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, atau berjarak sekitar 5 kilometer dari Bukittinggi, jenazah terduga pelaku penusukan dua anggota Brimob di Jakarta, Mulyadi, dimakamkan di kampung halamannya, Bawah Aro Ponggongan Ateh, Jorong Lasi Mudo.

Jenazah diterbangkan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menggunakan pesawat Citilink QG 170 dan sampai di BIM pada Jumat pukul 13.40 WIB.

Kedatangan jenazah disambut keluarga dan karib kerabat serta ratusan warga yang telah menunggu sejak habis salat Jumat.

Anggota DPRD Agam, Ais Bakri, menjelaskan, jenazah datang sekitar pukul 16.30 WIB di rumahnya, di Lasi. Menurutnya, tindakan pelaku tidak terkait dengan kelompok tertentu. Sehingga dia berharap dapat diluruskan. Ais sendiri termasuk orang yang menjemput jenazah Mulyadi ke Jakarta. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya