PPDB di Cimahi Terhambat Proses Memasukkan Data

Depi Gunawan
06/7/2017 18:37
PPDB di Cimahi Terhambat Proses Memasukkan Data
(ANTARA)

SEJUMLAH sekolah favorit masih diserbu calon pendaftar pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dari jalur akademis tingkat sekolah menengah atas (SMA) di Kota Cimahi, Jawa Barat.

Para orangtua tidak putus asa mendatangi sekolah tujuan, kendati sebelumnya sempat mengalami kendala saat proses memasukkan (entry) data calon siswa di beberapa sekolah selama beberapa jam.

Salah satunya terjadi di SMA Negeri 2 Cimahi yang berada di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Sriwijaya. Sejak PPDB dibuka Senin (3/7) lalu, puluhan calon peserta didampingi orangtua mereka mendatangi sekolah untuk mencari tahu informasi terkait ketentuan penerimaan siswa baru.

"Pada hari awal pendaftaran, kita sempat mengalami kendala saat proses entry data, karena website-nya bermasalah. Namun hari itu juga kendalanya bisa langsung diselesaikan," ujar Kepala Sekolah SMAN 2 Cimahi, Yayat Supriyat, Kamis (6/7).

Mengenai kuota penerimaan, pihak sekolah menerima 288 siswa baru yang akan dibagi menjadi sembilan rombongan belajar (rombel). Rinciannya, 172 untuk calon siswa dari jalur akademis dan 116 siswa non-akademis.

Di tingkat menengah pertama, SMPN 3 Kota Cimahi yang bangunan sekolahnya masih berada di lingkungan TNI, memiliki jatah dari jalur afirmasi sebesar 20% yang dikhususkan untuk calon siswa yang orangtuanya anggota TNI.

"Karena kebetulan bangunan sekolahnya berdiri di tanah TNI, ada timbal balik yang harus kami berikan. Prosedur pendaftaran, seleksi, dan yang lainnya sama seperti umumnya, tapi kita memang sudah MoU (menjalin kesepakatan) dengan TNI," ungkap Yayan, panitia PPDB SMPN 3 Cimahi.

Apabila minat siswa yang mendaftar melebihi alokasi jumlah calon siswa yang telah ditentukan, calon siswa akan diseleksi dengan menentukan besaran nilai ditambah dengan nilai yang diperoleh dari zonasi.

"Kalau melebihi kuota, nanti akan diterapkan hirarki seleksi nilai dan penambahan nilai zonasi, semakin dekat rumah dengan sekolah, berarti harapan diterima juga semakin besar," tambahnya.

Yuli Yulianti, 40, salah satu orangtua calon peserta didik yang mendaftar ke SMAN 2 Cimahi mengeluhkan lamanya verifikasi dan input data. Hal itu diperparah dengan lamanya durasi input data untuk setiap calon peserta didik.

"PPDB sekarang lebih ribet daripada tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari mengambil nomor antrean, terus menunggu penginputan data tiap calon siswa sama panitia, itu lama banget. Saya datang pagi tapi sampai jam 11 siang masih belum beres, belum ditambah sama verifikasi dan entry data," tuturnya.

Mengenai masalah penerapan sistem zonasi, Yuli mengaku dirinya maupun anaknya tidak keberatan. Karena dengan bersekolah dekat dengan rumah akan menghemat biaya.

"Untuk masalah zonasi tidak ada permasalahan, dan saya pikir penerapan zonasi itu bagus, karena lebih menguntungkan siswa yang dekat rumahnya. Saya juga terbantukan, soalnya dari rumah ke sekolah paling hanya sekitar 2 kilometer," ucapnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya