Tim Investigasi Kumpulkan Serpihan dan Komponen Heli Basarnas

Tosiani
04/7/2017 19:54
Tim Investigasi Kumpulkan Serpihan dan Komponen Heli Basarnas
(Tim gabungan (SAR, Polisi, TNI, dan relawan) melakukan proses evakuasi helikopter Basarnas yang mengalami kecelakaan di gunung Butak Desa Canggal, Candiroto,Temanggung, Jateng, Selasa (4/7). ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

TIM khusus investigasi yang terdiri atas Basarnas, Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT), dan TNI AL serta PT Dirgantara Indonesia mengumpulkan sejumlah komponen dan serpihan helikopter Basarnas yang jatuh di Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah, setelah menabrak perbukitan Butak.

Direktur Operasional dan Latihan Basarnas, Brigjen Marinir Ivan Ahmad Rizky, mengatakan, serpihan dan komponen heli yang dikumpulkan antara lain tutup mesin pesawat dan peralatan rotary.

"Ada banyak jenisnya yang dikumpulkan tadi, antara lain tutup mesin pesawat dan rotary. Selanjutnya akan dibawa ke Basarnas di Surabaya," kata Ivan di sela-sela evakuasi bangkai heli tersebut di Desa Canggal, Selasa (4/7).

Menurut Ivan, masih ada sedikit bahan data yang perlu dikumpulkan dari lokasi kejadian jatuhnya helikopter nahas tersebut. Ia menarget pengumpulan data akan selesai pada pukul 15.00 WIB.

"Hanya saja proses penyelidikan tidak bisa selesai dalam sehari. Jadim evakuasi belum bisa dilakukan, menunggu pengumpulan data selesai. Mungkin besok, Rabu (5/7)," ujar dia.

Heli Basarnas yang jatuh tersebut, katanya, masih tergolong baru. Umurnya sekitar dua tahun. Selama itu, kata Ivan, belum pernah terjadi kerusakan maupun masalah pada heli. Kondisinya pun terbilang bagus.

"Kami belum tahu penyebabnya, karena helinya bagus, cuacanya juga tidak ada masalah," ujar dia.

Heli Basarnas itu yang sedang bertugas memantau arus mudik di Semarang, jatuh dalam perjalanan untuk membantu evakuasi musibah letusan Kawah Sileri di kawasan Dieng, Banjarnegara, Minggu (2/7). Delapan kru dan penumpang heli bantuan kemanusiaan tersebut tewas. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya