Pendapatan Sopir Angkot di Lembang Menurun Saat Libur Lebaran

Antara
04/7/2017 19:38
Pendapatan Sopir Angkot di Lembang Menurun Saat Libur Lebaran
(Ist)

PENDAPATAN sopir angkutan kota (angkot) menurun hingga 50% lebih selama selama musim libur Lebaran kemarin akibat kemacetan parah yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Bandung Barat.

Salah seorang sopir angkot trayek Cisarua-Lembang, Ade, 48, mengatakan, dirinya hanya bisa sekali mengangkut penumpang karena jalurnya terhambat akibat kemacetan yang terjadi di Jalan Kolonel Masturi.

"Jika dalam kondisi normal, paling tidak saya bisa narik (mengangkut) penumpang antara 3-4 kali, tapi waktu liburan kemarin hanya bisa satu kali jalan. Macetnya parah sekali, kami para sopir jadi merugi," ujarnya, Selasa (4/7).

Ade mengatakan, kondisi itu jelas berdampak kepada penghasilan yang diperolehnya. Jika di hari-hari biasa dirinya bisa memperoleh penghasilan bersih Rp100 ribu sampai Rp150 ribu. Namun di musim libur Lebaran lalu, dia hanya mendapatkan penghasilan kurang dari Rp90 ribu.

"Uangnya hanya cukup untuk bayar setoran mobil saja, kalau untuk kebutuhan keluarga harus pinjam sana-sini dulu," terangnya.

Nyaris kehilangan pendapatan juga dirasakan para penarik angkot jurusan Lembang-Stasiun Hall Bandung. Semenjak awal musim libur, rata-rata sopir hanya mendapat penghasilan antara Rp80 ribu hingga Rp120 ribu per hari, belum dipotong setoran.

"Setiap sopir hanya bisa mengoperasikan angkot sebanyak dua rit (2 kali pulang-pergi) akibat kemacetan di Jalan Raya Lembang," kata Kepala Terminal Pasar Lembang, Ided.

Bahkan, sejak hari Lebaran sampai musim libur berakhir kemarin, dia menyampaikan, dari puluhan sopir angkot, sebagian di antaranya enggan beroperasi. Mereka lebih menunggu kondisi lalu lintas normal daripada harus terjebak kemacetan di jalan.

"Selain arus kendaraan yang meningkat di hari libur, beberapa objek wisata di Lembang juga jadi biang penyebab kemacetan, yang pada akhirnya para sopir angkot harus kehilangan pendapatannya," lanjutnya.

Ketua DPC Organda Bandung Barat, Asep Dedi Setiawan, juga mengakui, akibat kemacetan yang terjadi selama Lebaran penghasilan sopir angkot di wilayah Lembang dan sekitarnya mengalami penurunan.

"Berdasarkan perhitungan rata-rata penghasilan para sopir turun hingga 50%," ungkap Asep. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya