Hindari Macet Parah, Mobil Wisatawan Nekat Terobos Kebun Pinus

Depi Gunawan
29/6/2017 18:44
Hindari Macet Parah, Mobil Wisatawan Nekat Terobos Kebun Pinus
(MI/Depi Gunawan)

LIBURAN panjang sekolah yang bertepatan dengan Idul Fitri tahun ini tidak disia-siakan warga untuk bersama keluarga berwisata. Di berbagai daerah dipastikan destinasi wisata dipenuhi oleh warga, baik warga lokal atau dari daerah lain.

Akibatnya, kemacetan terjadi di jalur-jalur destinasi wisata. Seperti yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Entah kerena frustasi karena terjebak kemacetan parah, sejumlah mobil wisatawan nekat menerobos jalan yang tak biasa dilalui kendaraan, seperti perkebunan pinus di Lembang, Bandung Barat, Kamis (29/6).

Seperti yang terpantau di Jalan Cidadap Desa Cibodas, jalan yang biasanya sepi, kini mendadak ramai dilintasi kendaraan wisatawan. Bahkan, kendaraan roda empat yang rata-rata dari luar kota tak peduli dengan terjalnya jalan yang hanya dapat dilalui satu kendaraan saja.

Mereka juga seolah tak peduli keselamatan penumpang, yang penting cepat di tempat tujuan. Warga setempat memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan uang recehan dengan menjadi pengatur jalan dadakan, mereka terlihat mengarahkan pengendara agar tidak terperosok jurang sedalam 10 meter.

Tak berbeda jauh dengan Jalan Cidadap, di Jalan Bukit Unggul juga ramai dilintasi wisatawan. Jalan tembus Lembang ke Ujung Berung ini bisa memangkas waktu perjalanan menuju Kota Bandung. Namun demikian, pihak kepolisian sudah menyarankan agar wisatawan tidak nekat melintasi jalan tersebut.

"Jalan ke Bukit Tunggul tidak cocok digunakan saat musim liburan karena jalannya terlalu kecil, ada beberapa jalur menanjak yang hanya bisa dilintasi satu mobil saja. Terlalu berbahaya kalau dua mobil saling berpapasan, salah satunya bisa tergelincir masuk jurang," terang Kasat
Lantas Polres Cimahi, AKP Suharto.

Pada H+4 lebaran, jalur menuju kawasan wisata Lembang disergap kemacetan parah, ribuan kendaraan yang mengarah ke Lembang berjalan merayap sejak dari Jalan Setiabudi atau batas Kota Bandung hingga pusat kota Lembang.

Bahkan di beberapa lokasi wisata, kendaraan pengunjung sudah memadati lokasi parkir sejak jam 7 pagi, padahal lokasi wisata baru buka ekitar jam 08.00 WIB.

Kanit Lantas Polsek Lembang, AKP Asep Rahman menyatakan, musim libur lebaran kali ini lebih parah dibanding tahun lalu. Bertambahnya lokasi wisata tak diimbangi dengan sarana tempat parkir sehingga tak bisa menampung berjubelnya pengunjung.

"Jalur wisata Lembang sangat padat, kemacetan dari Bandung ke arah Lembang sudah terjadi sejak pagi," ungkap Asep. Disampaikan juga, sebelum memasuki libur panjang, pihaknya sudah memberikan masukan kepada forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopinda) Bandung Barat agar melarang kendaraan besar seperti bus dan truk melewati jalur-jalur terjal dan berbahaya seperti Jalan Maribaya.

Namun pihaknya tidak bisa mengeluarkan larangan bus melintas di Jalan Maribaya karena statusnya jalan provinsi. "Peristiwa terpersoknya empat bus dalam dua hari kemarin merupakan bukti bahwa Jalan Maribaya tidak aman untuk dilalui kendaraan besar, terlebih pada saat musim liburan yang dipadati kendaraan wisatawan," bebernya.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya