Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LAJU kendaraan di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung masih terpantau lancar. Tiga lajur di jalan nasional tersebut masih mampu menampung ribuan kendaraan pada arus balik Lebaran 2018 yang melintas.
Namun, kendaraan yang didominasi sepeda motor dan mobil pribadi ini hanya mampu melaju dengan kecepatan 50 km-60 kilometer per jam. Kasatlantas Polres Bandung AK Dony Wicaksono mengatakan, arus lalu lintas di Nagreg relatif lancar setiap arus balik Lebaran.
Kendaraan pemudik tidak mengalami hambatan berarti mengingat badan jalan yang lebar. "Di Nagreg kalau arus balik selalu lancar, enggak ada masalah," kata Dony di pos pengamanan mudik Polres Bandung, Kamis (29/6).
Sebagai contoh, ungkap Dony, pada Rabu (28/6) jumlah kendaraan yang melintasi Nagreg mencapai 96.403. Namun, tidak ada kemacetan berarti di jalur selatan tersebut. Terlebih saat kendaraan berat diimbau jangan dulu beroperasi hingga 3 Juli mendatang.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, berbagai kehati-hatian harus dilakukan demi keamanan dan kenyamanan arus balik. Dia mengimbau para pengusaha angkutan barang menunda keberangkatan hingga 3 Juli mendatang.
"Kami imbau jasa transporter untuk menunggu dulu sampai setelah 3 Juli. Ini demi misi kemanusiaan dan keselamatan para pemudik," paparnya.
Meski begitu, pihaknya menyediakan kantong-kantong parkir bagi truk pengangkut barang di sepanjang jalur mudik. Selain itu, penambahan personel pun akan dilakukan khususnya di kawasan persimpangan dan tempat-tempat istirahat.
Untuk jalur utara Jawa Barat, kantong parkir disiapkan di arteri utara seperti Tegal Karang, Losarang, Haurgeulis, Pamanukan, dan Balonggede. Sementara di jalur selatan disiapkan di Malangbong, Rajapolah, Ciawi, hingga Bandung.
Dedi menambahkan bakal melipatgandakan jumlah personel yang bertugas. Penambahkan itu dilakukan khususnya di persimpangan dan tempat istirahat, untuk menekan potensi kecelakaan dan kemacetan akibat beroperasinya truk-truk pengangkut barang.
"Rest area rawan kemacetan, apalagi saat truk mulai beroperasi nanti. Jadi, penambahan petugas mutlak dilakukan untuk mengatur arus lalu lintas di sekitarnya," ujarnya.
Terkait dengan terjadinya kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran 2017 di Jawa Barat, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus mengatakan, hingga Senin (19/6), tercatat delapan meninggal dunia, 26 luka berat, dan 70 luka ringan.
Menurutnya, dari delapan korban jiwa itu empat di antaranya pemudik yang menggunakan sepeda motor dan satu orang menggunakan mobil. Adapun tiga korban jiwa lainnya bukan pemudik.
Hanya saja secara keseluruhan, di wilayah hukum Jabar untuk Lebaran 2017 intensitas kecelakaan menurun dibandingkan 2016. Pada tahun lalu korban yang tewas mencapai 27 orang. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved