Kerusakan Trans Sulawesi di Sulut Makin Parah

Voucke Lontaan
28/6/2017 13:59
Kerusakan Trans Sulawesi di Sulut Makin Parah
(Ruas jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, yang menjadi jalur mudik ke Gorontalo-Sulteng Hingga Sulsel, rusak parah---MI/Voucke Lontaan)

RUAS jalan trans Sulawesi di wilayah Sulawesi Utara (Sulut), kerusakannya semakin parah. Padahal, status ruas jalan nasional ini merupakan jalur mudik menghubungkan empat Provinsi di Pulau Sulawesi.

Empat provinsi itu masing-masing, Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah dan Provinsi Sulawesi Selatan. Pengamatan langsung di lapangan, kerusakan jalan itu berada di beberapa titik wilayah Sulawesi Utara, seperti di Kabupaten Minahasa tepatnya di Desa Tanawangko, Minahasa Selatan hingga Kabupaten Bolaang Mongondow. Banyak kendaraan terjebak terperosok dalam lobang.

"Kerusakan jalan berlobang ini sangat membahayakan, apalagi di jalan lurus dengan kecepatan di atas 80 km per jam tiba-tiba ban mobil masuk lobang, kendaraan pasti oleng. Kalau pengemudi tidak dapat menguasasi kendaraan bisa celaka," ujar Audi, pengemudi mobil Avanza ditemui di Desa Inobonto, Kabupaten Bolaang Mongondow, kemarin

Perjalanan dari Kota Manado ke Kabupaten Bolaang Mongondow biasanya ditempuh dengan waktu 2-3 jam. Dengan kondisi jalan yang rusak parah, pengemudi terpaksa harus perlambat laju kendaraan.

Menurut sejumlah pengemudi Bus Angkutan Umum Luar Provinsi di temui di Terminal Malalayang, Manado, kondisi jalan seperti ini, sudah hampir setahun sampai sekarang perbaikan secara permanen belum dilakukan. Selain jalan berlobang marga jalan juga sudah tidak kelihatan.

Kerusakan trans Sulawesi di wilayah Sulawesi Utara lebih parah lagi, pengamatan Media Indonesia, berada diantara ruas jalan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara hingga Provinsi Gorontalo. Tepatnya di Desa Inomunga, Kecamatan Kaidipang.

Di lokasi ini, ruas jalannya nyaris putus akibat tanah dibawah jalan tersebut longsor, agar kendaraan tidak terperosok ke dalam jurang terjal dipinggiran jalan itu di pasang pita berwarna kuning, sebagai tanda berbahaya.

"Sudah setahun lebih kondisi jalan seperti ini. Apakah nanti sudah putus baru pemerintah perhatikan? Trans Sulawesi status jalannya nasional, mana boleh pemerintah pusat tidak anggarkan perbaikan kerusakan jalan ini tahun anggaran 2017," ujar Ramli, warga Desa Kaidipang.

Berjalan sekitar 3 km dari Desa Kaidipang, kendaraan diperhadapkan dengan kerusakan jalan parah lagi, berlobang dan hampir putus di Desa Komus I, Kecamatan Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongodow Utara berbatasan dengan Provinsi Gorontalo.

"Mencegah terjadi kecelakaan jalan yang berlobang itu warga memberi tanda dengan batang kayu diisi dalam lobang. Hampir sepanjang jalan menuju Gorontalo, rusak berlobang," tambah Satrin Lasama, Seorang tokoh masyarakat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya