Trauma Macet di Brexit, Pemudik Pilih Gunakan Kereta Api

Renatha Swasty
23/6/2017 19:03
Trauma Macet di Brexit, Pemudik Pilih Gunakan Kereta Api
(MI/Arya Manggala)

KEJADIAN macet berpuluh-puluh jam di Tol Brebes Exit (Brexit) masih ada di bayangan Ika Devianti. Untuk menghapus itu, dia dan orangtuanya memutuskan naik kereta api untuk mudik ke Solo, Jawa Tengah.

"Tiap tahun mudik naik kendaraan pribadi atau bus tapi baru tahun ini naik kereta api. Buat menghindari macet panjang di Brexit," kata Ika ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jumat 23 Juni 2017.

Ika masih ingat, tahun lalu dia harus menempuh perjalanan selama 27 jam dari Bekasi menuju Solo lantaran macet di Brexit. Padahal, normalnya 10-12 jam.

Pegawai swasta di Jakarta itu bilang, dengan menggunakan kereta dia bisa menempuh perjalanan selama 8 jam. Ia akan pulang dengan kereta Madiun Tambahan Premium seharga Rp380 ribu.

Dia bilang, mudik dengan mobil pribadi lebih enak. Sebab, saat sampai di kampung halaman bisa berkeliling ke rumah saudara lebih mudah.

Namun, itu sulit dilakukan jika pulang kampung menggunakan kereta api. Tapi, kata Ika tak masalah asal sampai lebih cepat.

"Sudah pulangnya jauh, kan capek kalau macet-macetan," tambah dia.

Meski sudah ada tol fungsional Kertosono-Gringsing yang dibuat untuk mengurai kemacetan di Brexit, tapi Ika masih belum yakin. Makanya, dia lebih memilih pulang menggunakan kereta.

"Kalau kayak gitu pasti macet, jadi antisipasi aja," pungkas dia.

Tahun ini, untuk mengurai kemacetan di Brexit, pemerintah membuka Tol Kertosono-Gringsing. Tol itu diyakini bisa mengurai kemacetan. (MTVN/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya