Meski sudah Dibuka, Tol Lematang-Kotabaru belum Dilintasi Pemudik

Eva Pardiana
21/6/2017 19:14
Meski sudah Dibuka, Tol Lematang-Kotabaru belum Dilintasi Pemudik
(MI/Eva Pardiana)

MESKI Kepala Divisi Pengembangan Jalan Tol Hutama Karya Rizal Sutjipto telah memastikan tol Sumatra ruas Bakauheni-Terbanggi Besar paket 2 segmen Lematang-Kotabaru sepanjang 13 kilometer (gate-to-gate) dapat dilalui pemudik pada 10 hari menjelang (H-10) Lebaran, hingga saat ini jalur tol tersebut masih sepi dilintasi para pemudik.

Salah seorang pemudik yang melintasi Jalan Lintas Timur ke arah Palembang, Beny, 33, mengaku enggan menggunakan jalan tol. Pasalnya, jalur utama yang siap digunakan sangat pendek, yakni cuma 5,6 km. Tidak hanya itu, untuk mengakses tol dari Jalan Lintas Timur dibutuhkan jarak tempuh sekitar 15 km, sehingga dianggapnya tidak efisien.

"Kalau lewat untuk mudik ya kejauhan, lebih baik lewat jalan lintas, kan tidak macet juga jalan lintasnya. Tapi kalau untuk foto-foto boleh juga," kata Beny, Rabu (21/6).

Apa yang disampaikan pemudik ini diamini oleh Pelaksana Lapangan PT Waskita Karya Rohman Hidayat. Menurut Rohman, hingga saat ini belum ada pemudik yang menggunakan jalur tol. Hanya warga sekitar yang menggunakan untuk transportasi sehari-sehari.

"Iya benar, sampai saat ini kelihatannya belum ada pemudik yang melintas. Hanya warga yang pakai jalan sehari-hari, ada juga yang datang untuk foto-foto," katanya.

Rohman melanjutkan pihaknya sebagai pelaksana proyek telah menyiapkan segala kelengkapan tol agar dapat dilalui kendaraan. Lampu jalan dan rambu-rambu standar telah dipasang dan bisa difungsikan. Namun, selain rambu standar, untuk keperluan mudik seharusnya ada rambu-rambu mudik yang dipasang oleh Direktorat Lalu Lintas.

"Kalau dari kami sudah siapkan semuanya agar siap dilewati. Tapi harus ada juga rambu mudik yang dipasang Ditlantas. Sampai sekarang belum ada itu," katanya.

Rohman juga mengatakan hingga saat ini pihaknya dan PT Hutama Karya selaku penganggung jawab proyek belum melakukan serah terima wewenang tol untuk difungsikan sebagai jalur mudik. Selain itu, personel kepolisian dari Ditlantas juga belum terlihat mengamankan jalur tol.

"Dari Ditlantas belum ada yang bangun posko atau berjaga. Kalau sudah mulai difungsikan harusnya ada pengamanan," katanya.

Rohman meminta semua pihak untuk memperjelas terkait fungsional tol tersebut. Jika memang tidak jadi difungsikan sebagai jalur mudik, pihaknya akan menutup jalur tol agar kembali steril.

"Kalau nggak jadi kami mau tutup ini, karena banyak yang trek-trekan, bahaya kan," pungkasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya