Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBARAN kasus gigitan hewan penular virus rabies semakin meluas di Kalimantan Barat, dari delapan kabupaten dengan kasus gigitan, kini sudah menyebar di 11 kabupaten.
"Peningkatan kasus ini terjadi sejak Mei hingga bulan Juni ini. Kasus yang baru terjadi di Kapuas Hulu, Kubu Raya, Mempawah, dan Kayong Utara. Kondisi yang dikhawatirkan yakni di Kubu Raya, sebab kabupaten ini berbatasan langsung dengan Pontianak sebagai ibu kota provinsi," kata Kepala Dinas Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat Abdul Manaf di Pontianak, Rabu (21/6).
Manaf menuturkan pihaknya sudah melakukan langkah cepat dengan memberikan sosialisasi ke masyarakat mengenai bahaya rabies. Termasuk juga dengan pemberian vaksin bagi korban gigitan dan pemusnahan hewan pengidap virus rabies. "Masyarakat sudah dikumpulkan dan kami berikan sosialisasi bahaya rabies," tuturnya.
Ia menyebutkan dari kajian di lapangan ada tiga faktor yang menyebabkan meluasnya gigitan rabies. Pertama ini musim hewan kawin, dimana biasanya anjing jantan, banyak keluar masuk ke pemukiman untuk mengawini hewan betina.
Faktor kedua, datang dari cuaca. Ia mengatakan cuaca yang panas membuat anjing keluar dari hutan dan masuk ke pemukiman untuk mencari makan. Ketiga, masih banyak orang yang melalulintaskan hewan (anjing), baik itu antara desa maupun kabupaten.
"Informasi yang kami terima masih ada yang membawa anjing untuk diperdagangkan antardesa dan kabupaten, tanpa diketahui anjing itu pengidap rabies atau tidak," katanya.
Dia menyatakan, tiga hal itulah menjadi sumber penularan rabies. Menurut Manaf upaya yang dilakukan ialah dengan mengencarkan sosialisasi ke masyarakat, kemudian melakukan vaksinasi pada hewan.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved