Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ARUS mudik dari Riau ke Sumatra Barat dan sebaliknya sedikit terganggu sehubungan dengan adanya titik longsor di Kilometer 185, Kabupaten Limapuluh Kota. Longsor yang terjadi pada 9 Juni 2017 lalu hingga kini masih meninggalkan material.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Sumbar Bengkulu, Syaiful Anwar, Senin (19/6), mengatakan, saat ini material longsor tersebut sedang dalam penanganan. Adanya material longsor, jelasnya, terpaksa dibuat satu lajur kendaraan, sehingga menimbulkan kemacetan.
"Untuk mencegah kemacetan pada titik longsor, BPJN III memasang pelat deker untuk menahan timbunan," ujarnya.
Dia menambahkan, pekerjaan mengalami kemajuan cukup berarti, yang mana saat ini menunggu pengeringan beton pada pelat deker.
"Hari ini sudah dapat dilakukan penimbunan sehingga pada saat kepadatan arus mudik jalan sudah dapat dilalui kendaraan dengan dua lajur," tandasnya.
Syaiful menegaskan, jalur mudik atau lintas Sumatra, Padang, perbatasan Riau, 99% bagus.
"Sangat nyaman bagi pemudik dari Riau ke Sumbar maupun sebaliknya," ungkapnya.
Untuk kelancaran arus mudik serta antisipasi bencana, pihaknya juga telah menyiapkan posko-posko siaga Sapta Taruna Bina Marga di sepanjang jalur mudik.
"Posko Siaga Sapta Taruna di seluruh Sumbar ada 16 posko dan di Bengkulu ada 9 posko. Posko ini dilengkapi informasi daerah rawan longsor, alat berat berupa dump truck, loader, dan ekskavator dan petugas piket Lebaran beserta call center-nya," tandasnya.
Salah satu posko di titik rawan misalnya, posko KM 65 di Silaiang, Kabupaten Tanah Datar. Jalanan berkelok dengan tikungan tajam dan
turunan curam ini dilengkapi berbagai alat berat, untuk mengantisipasi jika terjadi longsor.
Ia juga meminta pengendara yang melewati ruas tersebut untuk berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu di lokasi tersebut karena apabila hujan jalanan menjadi licin.
Selain itu, posko juga ditempatkan di Jembatan Kelok Sembilan yang terkenal akan keindahan lanskap alamnya yang harmonis dengan struktur jembatan.
Sementara, Wagub Sumbar, Nasrul Abit, mengatakan, koridor utara seperti jalan Padang-Riau relatif lebih bagus daripada koridor selatan.
Dia mengungkapkan, saat ini ada beberapa titik jalan di lintas Sumatra bagian selatan masih dalam pengerjaan.
"Saya perkirakan sekitar 30% jalan di lintas Sumatra di tiga kabupaten rusak," ujarnya.
Dia juga memastikan, jalan yang tengah diperbaiki tidak akan rampung pas Lebaran.
BPBD Sumatra Barat melansir sejumlah titik rawan di jalur mudik di Sumbar harus diwaspadai. Salah satunya ruas Sumbar-Jambi. Dijelaskannya bahwa kondisi yang cukup rawan itu terlihat pada ruas jalan Pessel-Kerinci, tepatnya antara Pasar Tapan Kecamatan Basa IV Balai Tapan dengan Kerinci Provinsi Jambi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pessel, Era Sukma Munaf, mengatakan, ruas jalan Sumbar (Pasar Tapan) dengan Jambi (Kerinci), terdapat sekitar tujuh titik rawan longsor. Untuk melepas kekhawatiran pemudik, pihaknya telah menyiagakan satu unit alat berat di kawasan tersebut. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved