37 Ribu Petugas Gabungan Amankan Jalur Mudik di Jawa Barat

Bayu Anggoro
19/6/2017 20:42
37 Ribu Petugas Gabungan Amankan Jalur Mudik di Jawa Barat
(ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

SEBANYAK 37 ribu personel gabungan disiagakan untuk mengamankan arus mudik Lebaran tahun ini di Jawa Barat. Mereka akan ditempatkan di sejumlah titik-titik yang diprediksi rawan, baik kemacetan maupun kecelakaan.

Hal ini diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charliyan, saat menghadiri gelar pasukan Operasi Ramadniya 2017, di Bandung, Senin (19/6) sore. Acara ini dihadiri juga Gubernur Jabar Ahmad Heryawan serta Ketua DPRD Provinsi Jabar Ineu Purwadewi Sundari.

Anton mengatakan, selain kepolisian, petugas gabungan ini terdiri atas unsur terkait lainnya seperti TNI, Dinas Perhubungan, Badan Search And Rescue (SAR), serta unsur masyarakat seperti Pramuka.

"Kalau dari Polda Jabar ada 21.000 personel," kata Kapolda.

Anton menuturkan, selama arus mudik Lebaran tahun ini, pihaknya fokus mengantisipasi kemacetan, kecelakaan, dan kelancaran distribusi bahan makanan pokok. Ketiga hal ini menjadi perhatian utama karena berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya sering menimbulkan permasalahan.

Untuk kemacetan, tambah dia, terdapat tiga titik yang sering menimbulkan persoalan yakni di ruas Jalan Tol Cipali, kawasan Palimanan (Cirebon), dan Nagreg (Kabupaten Bandung). Antrean kendaraan hingga beberapa kilometer sering terjadi di saat musim mudik seperti saat ini.

Sedangkan untuk mengantisipasi kecelakaan, pihaknya telah memetakan 16 titik rawan seperti di ruas Jalan Tol Cipali, Cadas Pangeran (Kabupaten Subang), dan jalur Puncak. Sebagai contoh, pada jalur Puncak akan dilakukan pagar betis oleh petugas gabungan untuk meminimalisasi kecelakaan.

Bahkan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah angkutan penumpang untuk memastikan kelayakannya.

"Kami akan memeriksa bus-bus yang melintas, untuk melihat kondisi fisiknya," ujarnya.

Sementara, Gubernur Jabar membenarkan, kawasan puncak menjadi perhatian utama karena rawan kecelakaan. Terlebih, menurut Aher--sapaan akrab Heryawan, kawasan tersebut tidak hanya dipenuhi pemudik, tetapi menjadi tujuan bagi para wisatawan.

"Seperti yang tadi disampaikan Pak Kapolda, di Puncak akan dilakukan pagar betis untuk mengamankan. Karena Puncak ini jadi tujuan bagi wisatawan juga," katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya