Gubernur Pimpin Apel Operasi Pengamanan Mudik di Kalsel

Denny Susanto
19/6/2017 19:23
Gubernur Pimpin Apel Operasi Pengamanan Mudik di Kalsel
(Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. MI/Denny)

GUBERNUR Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, memimpin apel gelar pasukan pengamanan arus mudik dan balik Idul Fitri 1438 Hijriah atau disebut Operasi Ramadniya 2017 di halaman Markas Korps Brimob Kepolisian Daerah Kalsel, Senin (19/6). Arus mudik melewati jalur laut dan udara di Kalsel pada hari ini juga tampak mulai meningkat.

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Gubernur Kalsel, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, mengatakan, apel gelar pasukan Operasi Ramadniya 2017 ini merupakan wujud kesiapan Polri dalam pengamanan Idul Fitri. Ada tiga poin penting dalam kegiatan pengamanan dimaksud yaitu terciptanya stabilitas harga pangan, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, serta keamanan dan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.

Terkait stabilitas harga pangan, Polri telah membentuk Satgas Pangan guna melakukan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelaku penimbunan, pengoplosan, dan pemalsuan barang.

Melakukan deteksi dini tingkat kerawanan kamtibmas dengan melibatkan intelijen, hingga peningkatan patroli di titik rawan kamtibmas, sarana vital dan sarana umum. Secara nasional, jumlah personel yang dilibatkan dalam Operasi Ramadniya 2017 ini mencapai 187.072 personel.

Di Kalsel, operasi pengamanan arus mudik dan balik ini melibatkan 1.473 personel dengan didukung personel TNI serta instansi terkait.

Kapolda Kalsel, Brigjen Pol Rahmat Mulyana, mengatakan, sebelumnya pihaknya telah mengadakan dapat koordinasi terkait pengamanan arus mudik Lebaran tahun ini yang disebut Operasi Ramadniya Intan 2017 bersama TNI dan instansi terkait lainnya. Operasi ini akan digelar pada 19 Juni hingga 4 Juli 2017 mendatang.

Dikatakan Kapolda, operasi ini bersifat kemanusiaan dengan membantu warga masyarakat yang akan mudik hingga arus balik. Tim akan membantu pengamanan dan kelancaran arus mudik baik jalur laut, darat, dan udara.

Kapolda juga meminta agar operator pelayaran dan transportasi darat agar memperhatikan soal kelaikan dan kapasitas demi kenyamanan penumpang serta keamanan arus mudik Lebaran.

Tim Operasi Ramadniya Intan 2017 beranggotakan personel Polda Kalsel sebanyak 1.473 orang, TNI 145 orang, dan instansi terkait lainnya sebanyak 631 orang.

Pada bagian lain, kegiatan perbaikan ruas jalan Trans-Kalimantan terus berlangsung bahkan diperkirakan tidak selesai pada saat Lebaran nanti.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalsel, Akhmad Sofiani, Senin, mengatakan, secara keseluruhan ruas jalan nasional Trans-Kalimantan dan jalan berstatus jalan provinsi di Kalsel dalam kondisi cukup baik untuk menghadapi arus mudik.

"Kondisi jalan cukup baik dan fungsional, tetapi memang ada kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat tersebar di sejumlah daerah. Saat ini kita terus menggenjot pekerjaan perbaikan kerusakan ruas jalan tersebut," tuturnya.

Kerusakan jalan, tambah Sofiani, bervariasi mulai kerusakan jalan ringan seperti aspal mengelupas dan bergelombang hingga rusak berat badan jalan berlobang besar serta ruas jalan yang tergerus longsor. Para pengguna juga diimbau untuk mewaspadai kondisi kerusakan jalan saat arus mudik. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya