Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH telah menyiapkan sejumlah jalan desa sebagai antisipasi bila terjadi kemacetan parah di beberapa ruas tol fungsional di jalur pantura saat mudik.
"Jalan desa itu akan difungsikan jika kemacetan sudah mencapai 2 kilometer seperti yang pernah terjadi di exit Tol Brebes Timur. Jadi, ada beberapa bukaan seperti Bojong. Dalam kondisi darurat, kita buka jalur kerja yang biasa dipakai untuk pembangunan (tol)," ungkap Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ari Setiadi Moerwanto, dalam diskusi bertema Strategi mengurai arus mudik dan upaya menekan angka kecelakaan, di Jakarta, kemarin.
Contoh ruas tol fungsional itu misalnya Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, dan Batang-Semarang. Menurut Ari, ketiga ruas tol tersebut digunakan pada siang hari dan pemudik diminta memacu kendaraan tidak lebih dari 40 kilometer per jam.
"Akan tetapi, pada titik puncak arus mudik (22-23 Juni) kami operasikan pada malam juga dengan penjagaan penuh oleh kepolisian," jelasnya.
"Jalan desa yang difungsikan ketika terjadi kepadatan di pantura ada 54 titik," tambah Kepala Korlantas Polri Irjen Royke Lumowa dalam acara yang sama.
Tidak hanya mengalirkan keluar kendaraan dari tol fungsional ke jalan arteri, ke-54 titik itu juga menjadi jalan masuk ketika jalur pantura sedang padat.
Royke mengaku juga telah menyiapkan skenario di Tol Cipali berupa sistem buka-tutup.
Ia mencontohkan, ketika volume kendaraan di gerbang tol Cikarang Utama, Cikampek, dan Cipali sangat padat, gerbang keluar di Palimanan, Kanci, Pejagan, Brebes Barat, dan Brebes Timur akan dibuka maksimal selama 2 jam.
"Skenario terakhir, kalau sudah macet parah di jalur utara, kita alirkan arus kendaraan ke selatan," pungkasnya.
Untuk pengguna sepeda motor, Royke menyebut pihaknya bekerja sama dengan Jasa Raharja telah menyiapkan 30 posko di sepanjang jalur pantura hingga Jawa Tengah yang dilengkapi layanan cek kesehatan gratis.
Mudik lebih awal
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, berdasar pantauan sejak Jumat (17/6), aliran kendaraan yang keluar Jakarta sudah lebih banyak jika dibandingkan dengan di 2016.
"Berdasarkan data Jasa Marga, terjadi peningkatan 12%. Itu hal baik agar volume kendaraan tidak menumpuk pada puncak mudik yang diprediksi terjadi pada 22-23 Juni," ujarnya di Jakarta, kemarin.
Kepala Posko Mudik Nasional Kementerian Perhubungan, Eddi, menyebut kenaikan jumlah pemudik ataupun jumlah kendaraan yang keluar Jakarta belum signifikan hingga H-7 menjelang Lebaran.
Untuk kendaraan umum, misalnya, tingkat keterisian bus masih di kisaran 50% sehingga masih bisa teratasi.
Eddi memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-2 dan H-1 menjelang Lebaran dengan kenaikan jumlah pemudik sekitar 4,9%-5%.
Namun, untuk pemudik dengan bus diprediksi ada penurunan sebesar 2%.
Para pemudik juga banyak yang memilih pulang kampung lebih awal untuk menghindari kema-cetan dan karena harga tiket masih terbilang murah.
"Enggak betah macetnya kalau mepet Lebaran. Kebetulan sekarang sudah mulai libur proyek," kata Ahmad Niam yang berprofesi sebagai pekerja bangunan saat ditemui di Terminal Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, kemarin. (Mal/Ssr/X-11)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved