Mengenang Pesan Almarhum KH Hasyim Muzadi Menjaga NKRI

Heri Susetyo
17/6/2017 19:42
Mengenang Pesan Almarhum KH Hasyim Muzadi Menjaga NKRI
(ANTARA/WIDODO S JUSUF)

ROMBONGAN pengurus DPP dan DPW Partai NasDem Jawa Timur melanjutkan kunjungan safari ramadan di Pondok Pesantren al-Hikam Kabupaten Malang, Sabtu (17/6). Effendy Choirie diutus menjadi ketua rombongan safari ramadan ini bersama Bupati Malang Rendra Kresna yang juga Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur diterima oleh istri almarhum KH Hasyim Muzadi, Muthamimah.

Dalam pertemuan singkat ini mereka lebih banyak mengenang sosok KH Hasyim Muzadi. Kebetulan 23 Juni nanti adalah seratus hari wafatnya KH Hasyim Muzadi. Wejangan almarhum yang selalu didengungkan di akhir hayat adalah menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pesan itu sering disampaikan almarhum Hasyim setelah melihat adanya pergerakan kelompok keras yang tidak setuju dengan eksistensi ideologi Pancasila di Tanah Air. Padahal Pancasila selama ini yang mampu menjaga NKRI tetap kokoh berdiri.

Muthamimah merasa terharu dengan kunjungan pengurus Partai NasDem ini. Sebab meskipun KH Hasyim Muzadi sudah wafat, namun silaturahim tetap terjaga dilakukan.

"Atas nama keluarga maupun pondok saya mengucapkan terima kasih, meski abah sudah tidak ada, NasDem tetap silaturahim," kata Muthamimah. Muthamimah pun berharap, dengan silaturahim pengurus Partai NasDem ini, perjuangan almarhum menjaga NKRI tak pernah berhenti.

Sosok Hasyim Muzadi dikenal sebagai ulama yang sering membawa napas nasionalis dan pluralis. Sama seperti pendahulunya, Gus Dur, Hasyim Muzadi selalu membawa napas antiradikalisme dan mengedepankan kerukunan antarumat beragama.

Sosok Hasyim yang nasionalis ini sangat sepaham dengan perjuangan NasDem yang dikenal sebagai partai nasionalis. "Salam untuk Bapak Surya Paloh, mudah-mudahan perjalanan Partai NasDem berhasil untuk kemaslahatan bangsa," kata Muthamimah.

Effendy Choirie selaku utusan Surya Paloh juga mengucapkan terima kasih atas doa yang diberikan istri mantan Ketua Umum PBNU tersebut. Menurut Effendy Choirie, perjuangan Hasyim Muzadi untuk Nahdlatul Ulama dan Indonesia, terutama dalam menjaga NKRI dari ancaman radikalisme sudah menjadi inspirasi.

Sosok almarhum yang humoris, namun dalam setiap joke-nya tersimpan pemikiran yang mendalam."Bahkan beliau pernah memberikan penjelasan soal restorasi dan pemaparannya justru lebih paham daripada orang NasDem sendiri," kata pria yang biasa disapa Gus Choi ini.

Rendra Kresna menilai sosok Hasyim Muzadi sebagai tokoh tidak hanya di NU tapi semua kalangan. Pesan almarhum untuk menjaga NKRI akan selalu menjadi semangat Partai NasDem yang memiliki tekad perjuangan sama.

"Kita tahu beliau beri pencerahan, nasihat, banyak terima hal positif terutama nasihat menjaga NKRI," kata Kresna. Meskipun ditinggalkan KH Hasyim Muzadi, pembangunan di pesantren ini terlihat terus berjalan.

Manajemen ponpes ini dipegang anak-anak dan menantu. Ponpes Al-Hikam yang di Malang secara sistem dan ekonomi sudah berjalan. Ponpes al-Hikam di Depok yang baru berjalan 6 tahun, hingga saat ini masih menggratiskan para santrinya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya