Leader Ikut Tawarkan Para SPG (7)

MI/T-1
08/3/2015 00:00
 Leader Ikut Tawarkan Para SPG (7)
(MI/ROMMY PUJIANTO)
Pengantar:
BUKAN hanya anggota DPR suka nyambi. Perempuan-perempuan cantik yang sedang merintis masa depan lewat berbagai profesi pun bersedia disambi asalkan ketemu harga. Siapa saja perempuan muda cantik itu, disajikan dalam tulisan bersambung mulai Senin (2/3) hingga Minggu (8/3). Ini merupakan tulisan terakhir.
------------------------

SETELAH menyepakati harga yang disampaikan Indah, perbincangan berlanjut memilih hotel untuk menghabiskan waktu bersama. Sejumlah hotel disebutkan mahasiswi semester empat sekolah tinggi di kawasan Bekasi, Jawa Barat, itu. Tampaknya dia sudah mengetahui kondisi dan tarif hotel yang bertebaran di Ibu Kota. "Lebih enak hotel yang ada rolling door-nya Mas. Mobil bisa parkir di dalam, terus rolling door kita tutup," usulnya menyebut hotel transit.

Gadis berparas cantik itu terjun ke dunia prostitusi sejak duduk di semester dua. Tahun lalu itu, kebutuhan yang harus dicukupi semakin banyak. Awalnya dia mengandalkan gaji sebagai SPG rokok untuk membayar uang kuliah dan menutup kebutuhan sehari-hari.

Namun, honor sebesar Rp300 ribu per hari tidak bisa diandalkan. Apalagi saat kontrak sebagai SPG rokok tertentu habis, dia terpaksa menganggur sambil mencari pekerjaan sebagai SPG rokok lainnya. Indah hanya berminat bekerja sebagai SPG rokok. Beberapa tawaran seperti menjadi SPG kosmetik atau SPG telepon seluler telah ditolaknya. Hal itu karena dia harus mempelajari produk-produk tersebut termasuk memahami cara pemasaran dan karakter calon pembeli.

Sebagai SPG rokok, dia sudah cukup berpengalaman bahkan mulai memahami karakter calon pembeli berdasarkan wilayah tempat pemasaran. Di sisi lain, dia senang bertemu dengan para pria perokok yang berpenampilan rapi dan trendy. Setahunya, bertukar pikiran dengan orang-orang seperti itu cukup membantu pengembangan jati dirinya. Terhadap semua calon tamu, ia suka berdiskusi tentang berbagai hal. Mulai dari pengalaman kuliah hingga bisnis bahkan soal politik.

Tidak jarang tawaran kencan datang saat hari kerja. Bila diharuskan memilih, Indah cenderung menerima ajakan tamu. Alasannya karena rupiah yang dia dapat jauh lebih besar. Namun, agar pekerjaannya sebagai SPG tidak terganggu, Indah selalu menyiapkan tenaga SPG pengganti yang mereka sebut SPG back up.

"Tidak apa-apa pakai back up. Kalau sedang sakit atau ada tamu, saya dan teman-teman SPG lain saling back up. Yang penting target dan laporan penjualan yang diberikan ke saya tercapai," urainya. Untuk mendapatkan tamu kencan, Indah tidak hanya mengandalkan teman SPG-nya. Beberapa ketua tim, biasa disebut leader, yang membawahi satu regu SPG juga berperan menawarkan kencan kepada para pria berkantong tebal.

Tawaran kencan itu biasanya disampaikan secara halus oleh leader saat timnya menawarkan rokok di kafe-kafe kelas atas. "Leader akan mendekati tamu-tamu cowok yang sedang minum. Dia ajak ngobrol, setelah akrab barulah ditawarkan SPG-SPG yang bisa di-booking ke hotel," tutur Indah.

Tarif yang ditawarkan lebih tinggi. Biasanya dibuka dengan harga Rp2,5 juta untuk short time. Setelah terjadi tawar-menawar, akan deal di angka Rp2 juta. Sebesar Rp1,5 juta masuk dompet SPG dan sisanya Rp500 ribu ke saku sang leader. (*/T-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya