Djarot: Hamburkan Anggaran demi Kerek Serapan itu Bahaya

Intan Fauzi
13/2/2017 15:00
Djarot: Hamburkan Anggaran demi Kerek Serapan itu Bahaya
(ANTARA/WAHYU PUTRO A)

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menilai penyerapan anggaran yang tinggi belum tentu bagus. Publik seringkali terjebak dengan persepsi penyerapan anggaran yang tinggi itu baik.

"Kadang-kadang kita terjebak dikira serapan anggaran 100% itu bagus. Saya katakan belum tentu, dari dulu selalu saya sampaikan jangan berorientasi hambur anggaran demi serapan anggaran maksimal. Ini bahaya," kata Djarot di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin (13/2).

Djarot menerangkan ada kebiasaan di kementerian dan lembaga setiap akhir tahun untuk menaikkan serapan anggaran. Mereka biasanya menggenjot pengeluaran di bulan-bulan terakhir.

"Anggaran dihabiskan November, Desember, supaya serapan tinggi sehingga banyak kegiatan. Saya jengkel waktu jadi Wali Kota Blitar karena harus bolak-balik ke Jakarta diundang kementerian rapat koordinasi terus, di hotel berbintang menginap gratis. Biasanya itu di akhir tahun anggaran," jelas Djarot.

Politikus PDI Perjuangan itu tak ingin hal itu terjadi di Jakarta. Ia mengingatkan, pentingnya pertanggungjawaban anggaran ketimbang tingkat penyerapan.

"Betul serapan anggaran harus maksimal tapi lebih penting program kegiatan Anda betul bisa terlaksana dengan baik, hasil maksimal, akurat, dan bisa dipertanggungjawabkan secara kuantitas dan kualitas," paparnya.

Pemprov DKI Jakarta sudah menggunakan sistem e-budgeting dalam menyusun anggaran. Djarot berharap pegawai bisa memaksimalkannya. "Perencanaannya harus bagus supaya anggarannya bisa digunakan."

Djarot juga mengingatkan supaya PNS DKI tak berani-berani membuat kuitansi fiktif agar seolah-olah anggaran terpakai. "Secara prosedur bisa dipertanggungjawabkan, tapi pekerjaan tidak ada atau cuma separuh doang, di-mark up, bagaimana pun juga yang kita tanamkan kejujuran," tegas Djarot. (MTVN/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya